Pesepak bola Malut United Yakob Sayuri (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persita Tangerang Muhammad Toha (kanan) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 laga kandang terakhir di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, Maluku Utara, Sabtu (16/5/2026).(Antara/Andri Saputra)
PERSITA Tangerang bersiap mengawali kampanye mereka di kompetisi Super League musim 2026/27 dengan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Menjelang laga pembuka tersebut, pelatih Carlos Pena menekankan pentingnya konsistensi bagi skuad Pendekar Cisadane setelah melalui evaluasi mendalam dari musim sebelumnya.
Musim ini menandai tahun keenam secara beruntun bagi Persita berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Carlos Pena, yang kembali dipercaya menahkodai tim untuk musim keduanya, memimpin serangkaian persiapan intensif, termasuk pemusatan latihan dan laga uji coba yang digelar di Tangerang serta Yogyakarta selama satu bulan terakhir.
Evaluasi Lini Serang dan Pertahanan
Berdasarkan data musim 2025/26, Pena berhasil membawa Persita finis di posisi 10 besar dengan raihan 45 poin. Dari 34 pertandingan yang dijalani, Pendekar Cisadane mencatatkan 13 kemenangan, enam hasil imbang, dan 15 kekalahan. Meski sektor pertahanan dinilai cukup solid, Pena menyoroti penurunan tajam di lini depan pada fase akhir kompetisi.
"Kami melakukan analisis yang sangat mendalam selama minggu-minggu terakhir pada musim sebelumnya. Kami menyadari bahwa menjelang akhir musim, performa tim menurun dan dari sisi serangan tim tidak berada di level yang sama seperti pada sektor pertahanan," ujar Pena sebagaimana dikutip dari laman I.League.
Hasil evaluasi tersebut menjadi landasan utama manajemen dalam melakukan perekrutan pemain baru. Klub berupaya mendatangkan pilar-pilar yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan tim, tetapi juga mampu beradaptasi dengan sistem permainan yang diinginkan Pena guna menjaga keseimbangan antarlini.
Statistik Persita Musim 2025/26:
- Peringkat Akhir: 10 Besar
- Poin: 45
- Main: 34
- Menang/Seri/Kalah: 13 / 6 / 15
Ambisi tanpa Tekanan Gelar
Menghadapi musim baru, Carlos Pena memilih untuk tidak membebani skuadnya dengan target angka yang kaku di klasemen atau tekanan meraih gelar juara. Fokus utamanya adalah membangun mentalitas pemenang yang konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
"Tidak ada tekanan untuk gelar juara. Kami memiliki ambisi. Tentu, kami ingin membawa Persita berada di posisi setinggi mungkin," tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Ujian pertama konsistensi Persita akan tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (5/9), saat mereka menantang tuan rumah PSIM Yogyakarta. Pena menyadari bahwa laga perdana selalu menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bermain di hadapan pendukung lawan.
"Setiap pertandingan akan sangat sulit, tetapi kami akan menjalani semua dengan ambisi dan fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," pungkasnya. (I-2)


















































