PT KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City, Bangun Travelator Ber-AC 70 Hari

3 weeks ago 5
PT KAI Integrasikan Stasiun Karet dan BNI City, Bangun Travelator Ber-AC 70 Hari PT KAI mulai mengintegrasikan Stasiun Karet dan BNI City per 1 September 2026. Penumpang dialihkan ke BNI City dan siap dimanjakan travelator ber-AC.(Antara)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI resmi memulai proyek integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City. Sebagai bagian dari langkah pembenahan ini, PT KAI merencanakan pembangunan fasilitas jalan penggerak otomatis (travelator) berpendingin udara untuk menyambungkan kedua stasiun tersebut.

Proses pekerjaan integrasi ini digarap oleh KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter yang berlangsung mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengonfirmasi persiapan fasilitas penunjang tersebut akan dikejar dalam waktu singkat.

"Mantap pokoknya mantap. (Persiapan pembangunan travelator) 70 hari sejak besok," ujar Bobby di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, rencana integrasi tersebut disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian banyak pelanggan dan masyarakat sekitar.

Harapan senada disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Ia berharap pembangunan fasilitas travelator tersebut dapat rampung sesuai dengan target waktu yang disiapkan KAI demi meningkatkan kenyamanan para pengguna moda transportasi publik.

"InsyaAllah, kalau 70 hari mestinya sudah selesai," ujar Dudy. "Rencananya mau kita perbaiki nanti untuk supaya masyarakat pengguna bisa menjadi lebih nyaman lagi."

Selama proses pengerjaan integrasi berlangsung, layanan naik dan turun pengguna Commuter Line yang biasa dilakukan di Stasiun Karet dialihkan sepenuhnya ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menjelaskan langkah ini diambil agar perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman. “Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun,” jelas Purnomo.

Untuk alur pergerakan, pengguna Commuter Line yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet nantinya akan menggunakan akses selasar di samping Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City. Fasilitas pendukung seperti gate elektronik, loket, dan hall di sisi barat Stasiun BNI City sudah terpasang serta siap terhubung langsung dengan akses dari pintu Karet.

Dalam skema penataan akhir, area Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. Kehadiran travelator berpendingin udara disiapkan agar perpindahan pelanggan terasa lebih nyaman. Seluruh aktivitas gate-in dan gate-out nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City, sedangkan kawasan Karet tetap difungsikan sebagai akses pendukung yang tertata.

Meskipun terdapat penataan akses, operasional perjalanan kereta dipastikan tidak terganggu. Saat ini terdapat 264 perjalanan Commuter Line yang melayani lintas Kampung Bandan/Cikarang melalui Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Perjalanan Commuter Line Cikarang tidak mengalami perubahan jadwal, hanya lokasi naik dan turun penumpang Stasiun Karet yang berpindah ke Stasiun BNI City. Sementara itu, layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City tetap berjalan normal sesuai dengan layanan saat ini. (Ant/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |