Raih Gelar Juara Terakhir, Bintang Permata Kuda Pacu Kebanggaan Sulsel Terbakar di KM Mutiara Sentosa 2

2 days ago 1
Raih Gelar Juara Terakhir, Bintang Permata Kuda Pacu Kebanggaan Sulsel Terbakar di KM Mutiara Sentosa 2 Petugas Basarnas menempel informasi terkait penanganan peristiwa terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di posko informasi, Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).(Antara)

MOMEN kepulangan sang juara berubah menjadi duka. Bintang Permata, satu-satunya kuda pacu kebanggaan Sulawesi Selatan yang baru saja meraih gelar juara di Kejuaraan Nasional di Pulau Jawa, dilaporkan tewas terbakar bersama enam ekor kuda lainnya dalam insiden kebakaran kapal KM Mutiara Santosa 2 di perairan utara Madura. 

Musibah kebakaran yang menimpa KM Mutiara Santosa 2 tidak hanya merenggut kendaraan dan barang bawaan penumpang, tetapi juga mengakhiri perjalanan panjang seekor kuda pacu bernama Bintang Permata yang baru saja mengharumkan nama Sulawesi Selatan di kancah nasional.

Bintang Permata adalah satu-satunya wakil Sulsel dalam rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pacuan kuda yang digelar di sejumlah kota di Pulau Jawa. 

Selama mengikuti kompetisi sejak Februari 2026, kuda berdarah unggul ini berhasil mempersembahkan dua gelar bergengsi, yaitu juara pertama dan juara ketiga. 

Namun, apa yang seharusnya menjadi pesta kemenangan justru berubah menjadi tragedi saat kapal yang mengangkutnya menuju kampung halaman dilalap si jago merah.

“Kuda itu bukan sekadar hewan, tapi simbol kebanggaan kita di ajang nasional. Semua prestasi yang diraihnya selama di Jawa lenyap dalam waktu singkat,” ujar H. Lolong Azis, pemilik Bintang Permata, saat dihubungi, Senin (3/8).

Selain kehilangan kuda pacu andalannya, Lolong juga meratapi gugurnya enam ekor kuda potong yang baru saja dibelinya dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp100 juta. Keenam kuda itu rencananya akan dikirim ke Jeneponto untuk menambah populasi peternakan lokal.

“Saya baru saja membeli kuda-kuda itu sebagai bekal usaha. Tiba-tiba semuanya hangus. Dari segi materi, ini kerugian besar, tapi bagi saya, kehilangan Bintang Permata adalah pukulan moral yang luar biasa,” imbuhnya.

Di tengah duka, secercah syukur masih menyelimuti keluarga Lolong. Sang joki nasional, Verdianto, yang akrab disapa Aco, berhasil menyelamatkan diri dari amukan api. 

Aco adalah tangan kanan yang setia melatih dan mengendarai Bintang Permata selama empat bulan terakhir di lintasan-lintasan pacu bergengsi seperti di Bantul, Kebumen, Salatiga, hingga Pangandaran.

“Alhamdulillah, tadi sekitar pukul 02.00 WIB saya sempat berkomunikasi dengan Aco. Kondisinya selamat dan sekarang sudah berada di hotel usai dievakuasi dari Madura menuju Tanjung Perak. Saya sangat bersyukur nyawanya terselamatkan,” ungkap Lolong. (LN/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |