Rekor MURI Sop Ayam Klaten: 9.694 Porsi di Hari Jadi ke-222

4 days ago 16
 9.694 Porsi di Hari Jadi ke-222 Ribuan warga duduk bareng di karet menikmati sajian sop ayam di Alun-alun Klaten.(MI/Djoko Sardjono)

KABUPATEN Klaten, Jawa Tengah, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dan internasional. Ribuan warga memadati Alun-alun Klaten dan area sekitarnya pada Sabtu (1/8) untuk berpartisipasi dalam acara makan sop ayam bersama. Kegiatan kolosal ini secara resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian sop ayam terbanyak, yang tidak hanya memecahkan rekor Indonesia tetapi juga dikukuhkan sebagai rekor dunia.

Penyelenggaraan acara ini bertepatan dengan momentum perayaan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten. Awalnya, panitia menetapkan target sajian sebanyak 9.222 porsi, sebuah angka yang dipilih secara khusus sebagai simbol usia kabupaten tersebut. Namun, antusiasme masyarakat dan kesiapan penyelenggara membuat realisasi di lapangan melampaui ekspektasi awal.

Berdasarkan hasil penghitungan langsung oleh tim MURI di lokasi, total sajian yang berhasil dihidangkan mencapai 9.694 porsi. Senior Representative MURI, Ari Adriani, mengonfirmasi angka tersebut setelah melakukan verifikasi terhadap ribuan mangkuk sop yang dinikmati warga dari 26 kecamatan di seluruh Klaten.

Pengukuhan Rekor Dunia oleh MURI

Prestasi ini menjadi catatan sejarah baru bagi Bumi Penunjang pangan ini. Ari Adriani menjelaskan bahwa pencapaian kali ini memiliki bobot yang lebih tinggi dibandingkan rekor-rekor sebelumnya. Atas arahan Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, rekor sajian sop ayam ini langsung dinaikkan statusnya menjadi rekor dunia.

"Karena sop ayam ini merupakan kuliner khas Klaten, maka oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana rekor ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun juga rekor dunia," ujar Ari Adriani.

Keberhasilan ini menambah koleksi penghargaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, menjadi rekor MURI ke-14 yang berhasil diraih selama ini.

Dukungan Penuh Forkopimda dan Masyarakat

Acara makan bareng ini dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama Ketua DPRD Klaten Edi Sasongko, serta jajaran Forkopimda lainnya. Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya kuliner lokal.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-222 Klaten, Muh Nasir, menjelaskan bahwa pemilihan sop ayam sebagai objek pemecahan rekor bukan tanpa alasan. Sop ayam telah lama menjadi identitas kuliner yang melekat kuat dengan citra Klaten di tingkat nasional.

Misi Ekonomi dan Pariwisata

Di balik kemeriahan pemecahan rekor dunia tersebut, terdapat misi strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Muh Nasir menekankan beberapa poin utama dari tujuan kegiatan ini:

  • Promosi Kuliner: Menjadikan sop ayam Klaten semakin dikenal luas sebagai daya tarik wisata kuliner utama.
  • Pemberdayaan UMKM: Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan konsumsi.
  • Identitas Daerah: Memperkuat kebanggaan warga terhadap kekayaan budaya dan tradisi lokal.
  • Semangat Gotong Royong: Menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga dari berbagai kecamatan.

“Angka 9.222 dipilih sebagai simbol Hari Jadi Klaten, sekaligus menjadi media promosi kuliner khas daerah agar semakin dikenal masyarakat di tingkat Nasional,” pungkas Muh Nasir.

Fakta Singkat Rekor MURI Sop Ayam Klaten

Lokasi Alun-alun Klaten
Waktu Sabtu, 1 Agustus 2026
Target Awal 9.222 Porsi
Realisasi Akhir 9.694 Porsi
Status Rekor Rekor Dunia (MURI)
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |