Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri).(MI/M Farhan Zhuhri)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menaikkan rencana penerbitan obligasi daerah yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Nilai obligasi yang semula dipatok Rp3,5 triliun kini bertambah menjadi sekitar Rp5,2 triliun setelah masuknya kebutuhan pembiayaan proyek LRT rute Manggarai-Dukuh Atas.
Ia mengatakan penambahan nilai obligasi tersebut merupakan konsekuensi dari tambahan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk proyek LRT. "Jadi memang saya mendapatkan laporan ada kenaikan untuk rencana obligasi. Kemampuan Pemerintah DKI Jakarta itu sekurang-kurangnya obligasinya sebenarnya kurang lebih Rp20 triliun," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8).
Kendati kemampuan fiskal DKI bisa lebih besar, Pramono mengaku memilih pendekatan yang lebih hati-hati dalam menentukan nilai penerbitan surat utang tersebut. "Tetapi saya meminta untuk konservatif. Keluarlah angka Rp3,5 triliun, kemudian karena ada penambahan untuk LRT dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas kurang lebih Rp2,7 triliun (Revisi Rp1,7 T) sehingga ada penambahan itu," ujar Pramono.
Menurut dia, penggunaan obligasi untuk proyek transportasi justru akan membuat instrumen pembiayaan tersebut lebih terukur karena diarahkan untuk proyek yang memiliki manfaat jangka panjang.
"Karena kalau digunakan untuk LRT pasti obligasi ini akan semakin prudent. Kenapa? Karena betul-betul digunakan untuk yang efektif. Jadi nanti obligasi ini secara prinsip akan kita gunakan dua. Satu untuk rumah sakit, yang kedua untuk transportasi," jelasnya.
Rencana penerbitan obligasi daerah ini menjadi salah satu skema pembiayaan yang sedang disiapkan Pemprov DKI di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur dan layanan publik.
Pemerintah menargetkan obligasi tersebut dapat diterbitkan bertepatan dengan momentum 500 tahun Jakarta pada 2027. "Maka harapan saya kalau memang nanti bulan Juni tahun depan ketika kita 500 tahun dan bisa membuat obligasi yang pertama di republik ini, itu merupakan sinyal yang baik bagi Jakarta," urai Pramono. (Far/P-3)

















































