Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST

1 week ago 5
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST Ilustrasi nilai tukar rupiah(Antara Foto)

NILAI tukar rupiah hari ini (10/9) terhadap dolar AS dibuka melemah tipis pada perdagangan pagi. Berdasarkan data pasar, rupiah bergerak turun 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.512 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.511 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh antisipasi pelaku pasar terhadap pengumuman Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS). Pengumuman tersebut berkaitan dengan besaran rencana buyback (pembelian kembali) surat utang US Treasury (UST) bertenor panjang.

"Dolar AS berada di bawah tekanan seiring investor mengantisipasi pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang UST bertenor panjang," ujar Josua di Jakarta, Kamis.

Meskipun indikasi awal menyebutkan total nilai buyback mencapai setidaknya 4 miliar dolar AS, sejumlah analis memprediksi angka realisasinya bisa jauh lebih besar dari target tersebut.

Sentimen Global: Yen dan Data Inflasi AS

Di pasar global, yen Jepang terpantau melanjutkan penguatan. Hal ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memberikan peringatan keras kepada pelaku pasar agar tidak mengambil posisi yang berlawanan dengan yen. Bessent mengklaim memiliki wawasan mendalam (pretty good insight) terkait kebijakan Bank of Japan (BoJ), baik dalam hal langkah kebijakan maupun potensi intervensi mata uang.

Selain itu, investor sedang dalam posisi menunggu rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS. Data ini menjadi krusial karena akan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pekan depan.

Dampak Eskalasi Konflik dan Harga Minyak

Tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, juga datang dari kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko inflasi global dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga kebijakan.

Beberapa peristiwa penting yang memicu ketegangan di sektor energi antara lain:

  • Laporan upaya serangan Iran terhadap kapal Angkatan Laut AS pada Senin (7/9/2026).
  • Serangan rudal yang mengenai kapal tanker minyak kecil di dekat Pulau Kharg pada Selasa (8/9/2026).
  • Penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 0,3 juta barel pada pekan lalu.
  • Serangan drone Ukraina ke infrastruktur terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, Laut Hitam, pada Rabu (9/9/2026).

Ringkasan Pergerakan Kurs

Indikator Nilai/Keterangan
Kurs Pembukaan (10/9) Rp17.512 per Dolar AS
Perubahan Melemah 1 Poin (0,01%)
Proyeksi Kisaran Hari Ini Rp17.475 - Rp17.600
Sentimen Utama Buyback UST, Inflasi AS, Konflik Geopolitik

Untuk perdagangan hari ini, Josua memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung berada dalam kisaran Rp17.475 hingga Rp17.600 per dolar AS. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |