Rusia Tuding NATO Punya Rencana Rahasia Lemahkan PBB

1 week ago 28
Rusia Tuding NATO Punya Rencana Rahasia Lemahkan PBB Markas NATO di Brussel, Belgia.(Xinhua/Zhao Dingzhe)

JURU Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia, Maria Zakharova, melontarkan tudingan keras terhadap negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Zakharova menyebut NATO telah lama berupaya melemahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi menjadikannya instrumen di bawah kendali mereka.

Dalam pernyataannya kepada Radio Sputnik pada Rabu (02/09/2026), Zakharova mengungkapkan adanya dugaan rencana terselubung dari aliansi pertahanan Barat tersebut terhadap eksistensi PBB sebagai organisasi internasional yang independen.

Tudingan Rencana Rahasia

Zakharova menegaskan bahwa upaya pelemahan ini bukanlah hal baru. Menurutnya, sejak awal terdapat keinginan dari pihak tertentu di dalam NATO untuk membubarkan PBB atau setidaknya memangkas pengaruhnya secara signifikan.

"Mereka (NATO) memiliki rencana rahasia untuk PBB. Rencana itu sudah ada sejak lama, karena awalnya mereka pada dasarnya ingin membubarkan PBB. Mereka ingin PBB menjadi semakin lemah," ujar Zakharova sebagaimana dikutip dari sumber Sputnik/RIA Novosti.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sekutu NATO secara sistematis berupaya membuat organisasi dunia tersebut menjadi kurang efektif. Tujuannya adalah agar PBB tidak mampu menyelesaikan masalah global secara mandiri dan hanya berfungsi sebagai alat kepentingan politik Barat.

Poin Utama Pernyataan Maria Zakharova:

  • NATO dituding ingin menjadikan PBB sebagai instrumen kendali.
  • Adanya rencana lama untuk melemahkan efektivitas dan kemandirian PBB.
  • Negara Barat dianggap tidak tertarik memperkuat status universal PBB.
  • Klaim mengenai tunggakan iuran keanggotaan oleh negara-negara Barat.

Status Universal PBB Dianggap Tantangan

Diplomat senior Rusia tersebut menilai bahwa status universal yang dimiliki PBB saat ini justru dipandang sebagai tantangan bagi negara-negara Barat. Hal ini menyebabkan minimnya diskusi di internal Barat mengenai penguatan struktur PBB.

Zakharova juga menyoroti masalah finansial organisasi, di mana ia mengklaim negara-negara Barat bahkan tidak membayar iuran keanggotaan secara tertib. "Mereka bahkan tidak membayar iuran keanggotaan karena tidak memerlukannya," cetusnya.

Dalam pandangan Moskow, transformasi PBB dari organisasi yang bersifat menyeluruh menjadi sekadar instrumen kepentingan tertentu merupakan ancaman bagi stabilitas geopolitik global. Rusia memandang langkah-langkah ini sebagai upaya untuk mengikis otoritas hukum internasional yang selama ini berpusat pada PBB. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

Klaim Rusia Dampak yang Dikhawatirkan
Pelemahan kemandirian PBB PBB tidak mampu menyelesaikan konflik secara objektif.
Pengendalian instrumen internasional Kebijakan global hanya menguntungkan blok NATO.
Penunggakan iuran anggota Krisis operasional dan penurunan efektivitas program PBB.
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |