Salam Perpisahan Gael Monfils di AS Terbuka Usai Tumbang dari Learner Tien

2 weeks ago 10
Salam Perpisahan Gael Monfils di AS Terbuka Usai Tumbang dari Learner Tien Petenis veteran Gael Monfils menutup perjalanan Grand Slam terakhirnya di AS Terbuka. Meski kalah dari Learner Tien, Monfils mendapat sambutan hangat penonton.(AFP)

PETENIS veteran asal Prancis, Gael Monfils, menutup babak akhir perjalanannya di panggung Grand Slam pada Kamis malam. Menghadapi wakil tuan rumah yang menjadi unggulan ke-14, Learner Tien, Monfils harus mengakui keunggulan lawannya melalui kekalahan straight set 6-3, 6-4, 6-3.

Meski langkahnya terhenti, panggung pertandingan menjadi momen emosional bagi Monfils yang telah menyatakan bahwa tahun 2026 merupakan musim terakhirnya di tur profesional. Sepanjang laga, ia terus mendapat curahan dukungan dan cinta dari para penonton di New York.

Monfils sebenarnya mampu mengimbangi permainan Tien di setiap set. Namun, ia gagal mengonversi poin-poin krusial untuk mengambil alih kendali permainan. Di sisi lain, Tien tampil tenang dan solid. Petenis kidal tersebut sukses menggagalkan seluruh dari delapan kesempatan break point yang diraih Monfils sepanjang pertandingan yang berlangsung selama dua jam 16 menit tersebut.

Kendati statusnya sebagai bintang muda Amerika Serikat, Tien bukanlah favorit penonton di Stadion malam itu. Sejak debutnya di AS Terbuka pada 2005, Monfils telah memiliki basis penggemar yang besar di New York, bahkan saat bertanding melawan wakil tuan rumah sekalipun.

Gemuruh chant nama "Monfils" kerap bergema sepanjang laga, terutama di set ketiga. Usai pertandingan, penyelenggara memutar tayangan video penghormatan yang menampilkan momen-momen terbaik Monfils, termasuk aksi smash melompat dan penyelamatan bola yang fantastis.

"Ini telah menjadi perjalanan yang panjang," ujar Monfils saat menyampaikan rasa terima kasihnya di hadapan para penonton.

"Saya merasakan semua cinta tahun ini. Kalian adalah penonton terbaik kedua bagi saya. Tentu saja tidak bisa menandingi Paris, tapi kalian ada di papan atas!" tutur Monfils.

Laga tersebut menjadi penampilan ke-18 Monfils di ajang Grand Slam New York. Perjalanannya di turnamen ini dimulai pada 2005 lewat kekalahan lima set dari Novak Djokovic saat keduanya masih berusia remaja. Pencapaian terbaik Monfils di AS Terbuka diraih pada tahun 2016 ketika ia berhasil melangkah hingga babak semifinal, sebelum kembali dihentikan oleh Djokovic.

Sementara itu, bagi Learner Tien, kemenangan ini membawanya melangkah lebih jauh di ajang AS Terbuka. Usai laga yang ditutup dengan jabat tangan hangat dan pelukan dari Monfils, petenis berusia 20 tahun itu tetap mendapat tepuk tangan meriah dari publik New York.

"Saya benar-benar tidak ingin comeback terbesar sepanjang masa terjadi saat melawan saya," kata Tien usai pertandingan. "Sangat spesial bisa menang di negara sendiri."

Atas hasil ini, Learner Tien melaju ke babak berikutnya dan dijadwalkan bertanding melawan petenis unggulan ke-17 asal Republik Ceko, Jakub Mensik. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |