Sam Altman.(Dok Istimewa)
VISI tentang masa depan di mana teknologi membebaskan manusia dari beban kerja berat tampaknya tidak masuk dalam rencana CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam diskusi terbaru, Altman menegaskan bahwa kehadiran kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi atau superintelligence tidak akan membuat pekerja memiliki lebih banyak waktu luang.
Berbicara dalam wawancara dengan Ti Morse di podcast Relentless, Altman menyoroti kegagalan janji teknologi masa lalu yang meramalkan masyarakat akan bekerja lebih sedikit. Ia mencatat bahwa meskipun efisiensi meningkat, konsep empat hari kerja seminggu secara massal tidak pernah benar-benar terwujud.
Paradoks Produktivitas dan Hasrat Berkreasi
Altman berpendapat bahwa manusia secara alami tidak akan pernah puas dengan beban kerja yang lebih sedikit. Menurutnya, dorongan manusia untuk terus berkreasi dan berkompetisi--yang ia ibaratkan seperti permainan individu membandingkan diri dengan orang lain--akan menjaga tingkat kesibukan tetap tinggi.
"Saya pikir kita semua akan jauh lebih sibuk daripada yang kita bayangkan di dunia pasca-superintelligence," ujar Altman. Ia menambahkan bahwa meskipun orang mungkin akan mengeluh tentang kesibukan tersebut, secara tidak sadar mereka akan merasa bahagia karena kapasitas manusia yang meningkat akan memicu keinginan untuk melakukan lebih banyak hal.
Perbedaan Pandangan di Kalangan CEO
Visi Altman itu kontras dengan pandangan beberapa pemimpin industri lain. Sebagai perbandingan, pada Oktober 2025, Ari Emanuel, mantan CEO konglomerat hiburan Endeavour, memprediksi bahwa rata-rata pekan kerja bisa turun menjadi hanya tiga hari berkat lonjakan produktivitas yang didorong oleh AI.
Di sisi lain, Rick Veldran, CEO GoTo, memberikan peringatan yang lebih teknis. Dalam wawancara dengan Newsweek pada Mei lalu, ia menekankan bahwa peningkatan kecepatan kerja tidak selalu berarti peningkatan kualitas.
Poin Kunci Rick Veldran:
- AI mencapai titik balik (inflection point) di mana adopsinya sangat masif.
- Ada risiko pengikisan keterampilan, penilaian (judgment), dan akuntabilitas jika AI tidak digunakan dengan benar.
- Produktivitas dan kapabilitas adalah dua hal berbeda; Anda bisa bekerja lebih cepat tanpa menjadi lebih baik.
Reaksi Publik dan Kekhawatiran Lingkungan
Pernyataan Altman memicu reaksi keras di platform media sosial seperti Reddit. Di forum r/technology, satu komentar yang mendapatkan lebih dari 10.000 upvote menyindir pandangan Altman dengan menulis, "Menjadi sibuk dan bekerja adalah dua hal yang berbeda. Apakah ini hari pertamanya di Bumi?"
Selain masalah beban kerja, pengembangan AI yang masif juga membawa dampak nyata pada lingkungan yang mulai dikhawatirkan oleh para pekerja dan aktivis:
| Pusat Data (Data Centers) | Ekspansi lahan yang mengancam habitat spesies hewan yang terancam punah. |
| Kelangkaan Air | Penggunaan air dalam jumlah masif untuk pendinginan server, memperparah kekeringan di wilayah barat AS. |
Perdebatan ini menunjukkan bahwa transisi menuju dunia yang didominasi AI bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga masalah sosial dan ekologis. Sementara Altman percaya bahwa bekerja lebih banyak adalah hal positif bagi eksistensi manusia, realitas di lapangan menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam mengenai degradasi keterampilan dan beban lingkungan yang harus dibayar. (Newsweek/I-2)


















































