SAP Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Bisnis

21 hours ago 1
SAP Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Bisnis Suasana pada cara SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026 di Marina Bay Sands Expo & Convention, Singapura, pada Selasa (4/8).(MI/BUDI ERNANTO)

SAP memperkuat komitmennya dalam memberikan dampak nyata bagi sektor komersial melalui penerapan kecerdasan buatan yang menyatu secara mendalam dengan pengolahan data serta alur kerja korporasi. Komitmen ini disampaikan oleh President & Managing Director SAP Southeast Asia, Liher Urbizu, saat membuka gelaran SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026 yang berlangsung di Marina Bay Sands Expo & Convention, Singapura, pada Selasa (4/8).

Dalam pemaparannya, Urbizu menyebutkan bahwa konsep Autonomous Enterprise yang diperkenalkan pada Mei tahun lalu merupakan terobosan terbesar sepanjang lima dekade perjalanan perusahaan perangkat lunak tersebut. Melalui pendekatan ini, ratusan agen kecerdasan buatan dijalankan secara selaras mencakup berbagai sektor utama, mulai dari pengalaman pelanggan, pengelolaan sumber daya manusia, pengadaan, keuangan, hingga rantai pasok. 

Langkah ini dirancang bukan sekadar menumpuk teknologi baru di atas sistem lama, melainkan menata ulang proses kerja agar berorientasi pada hasil, lebih aman, serta efisien.

President & Managing Director SAP Southeast Asia, Liher Urbizu.

"Kendati peluang adopsi AI sangat besar, dengan catatan bahwa sekitar 25% proses bisnis di perusahaan secara umum telah memanfaatkan AI, tantangan terbesar yang dihadapi industri saat ini tetap berkaitan dengan kesiapan dan kualitas data," kata Urbizu.

Guna mengatasi hambatan tersebut, SAP mengandalkan lapisan semantik terpadu yang didukung oleh knowledge graph beserta standar pengamanan dan tata kelola yang ketat, termasuk kesiapan dalam menjalani audit eksternal.

KOMPONEN UTAMA

Masih di acara yang sama, Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, menambahkan bahwa struktur Autonomous Enterprise dibangun atas beberapa komponen utama. Pertama, kehadiran Joule sebagai lapisan interaksi bagi pelanggan. 

Kedua, pemahaman mendalam terhadap sektor industri yang disebut sebagai industry AI. Ketiga, platform kecerdasan buatan bisnis. Keempat, rangkaian aplikasi SAP yang mencakup berbagai lini operasional seperti rantai pasok, manajemen sumber daya manusia, logistik, hingga keuangan.

Seluruh lapisan ini disiapkan agar dapat dimanfaatkan oleh para klien untuk mempercepat transformasi digital dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Sianto juga menambahkan bahwa kehadiran mitra seperti pelanggan mereka memungkinkan proses adopsi teknologi berlangsung jauh lebih cepat dan modular dengan bantuan sistem pintar. 

"Tahun depan kami akan berulang tahun ke-30 di Indonesia. Jadi, salah satu transformasi yang dilakukan oleh SAP itu bukan hanya dari sisi produk dan visinya juga, tapi juga pendekatan kami ke pelanggan-pelanggan," ujar Sianto.

"Pendekatan itu untuk memastikan bahwa AI adoption bisa berjalan. Kami sekarang banyak sekali melakukan komunikasi, edukasi, dan bekerja sama dengan pelanggan-pelanggan kami untuk driving AI use cases, co-develop, co-creation, dan sebagainya," sambungnya.

"Itu semua dilakukan supaya AI jangan cuma jadi sekadar tren atau hype. Kami dorong teman-teman (pelaku bisnis) agar mindset-nya berubah bahwa kami harus mendorong technology adoption dan AI adoption," kata Sianto lagi.

MEMBUAT EFISIEN

Pendekatan serupa dirasakan langsung oleh Chief Financial Officer PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Charles Daniel Gobel yang berhasil mengimplementasikan SAP berbasis cloud pada lima perusahaan secara bersamaan dalam kurun waktu kurang dari enam bulan. Meski tantangan meningkat, tujuan awal perusahaan untuk mencapai penutupan keuangan yang akurat dan tepat waktu berhasil terwujud. 

Setelah pencapaian tersebut, perusahaan kini melirik peluang pemanfaatan kecerdasan buatan dari SAP untuk mendongkrak efisiensi lanjutan. Kendati sempat terkendala oleh kesiapan data internal, kehadiran sistem standar tanpa modifikasi rumit serta dukungan teknologi pintar kini dinilai sangat siap diaplikasikan untuk membantu meringankan tugas harian karyawan.

"Peran manusia sendiri tentunya mengawasi daripada penggunaan AI itu sendiri. Kami baru masih dalam tahap otomatisasi dan generatif untuk generate report, generate rekomendasi. Belum menggantikan fungsi manusia yang sama sekali dari ujung sampai selesa, kami belum ke sana," ungkap Charles.

Dari sudut pandang sektor energi, Vice President IT and Business Support PT Geo Dipa Energi memaparkan pengalaman perusahaannya yang telah memanfaatkan ekosistem SAP selama dua dekade dan kini berencana migrasi ke S/4HANA.

Sebagai perusahaan pembangkit listrik yang menyuplai kebutuhan PLN, Geo Dipa mengandalkan sistem terpadu end-to-end untuk mengeliminasi berbagai aplikasi terpisah yang sebelumnya kurang efisien. Teknologi kecerdasan buatan turut dimanfaatkan untuk mendukung penjadwalan pemeliharaan prediktif pada mesin pembangkit yang beroperasi sepanjang waktu dengan tingkat ketersediaan yang sangat tinggi.

Meskipun demikian, integrasi teknologi mutakhir ini tetap membutuhkan penyesuaian dari sisi sumber daya manusia. Para teknisi di lapangan kerap kali masih memerlukan waktu untuk menyeimbangkan rekomendasi sistem dengan pengalaman intuitif mereka, sehingga mekanisme pengawasan manusia atau human-in-the-loop tetap diterapkan secara ketat. 

"Oleh karena itu, program peningkatan keterampilan serta manajemen perubahan menjadi kunci utama agar seluruh karyawan dapat mengadopsi teknologi baru ini dengan rasa percaya diri yang tinggi," ucap Idham. (I-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |