Ilustrasi(Dok Magnific)
RASA nyeri di punggung atau leher sering kali dianggap sebagai akibat kelelahan. Padahal, jika nyeri terasa menusuk, disertai kesemutan atau bahkan menjalar ke tangan dan kaki, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan saraf kejepit. Masalah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kekuatan otot dan aktivitas sehari-hari.
Dalam artikel kesehatan “Saraf Kejepit: Gejala, Ciri, Penyebab, dan Cara Menyembuhkannya”, Tzu Chi Hospital menjelaskan bahwa saraf kejepit secara medis dapat berkaitan dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau kompresi saraf. Kondisi tersebut terjadi ketika bantalan di antara tulang belakang menonjol dan memberikan tekanan pada saraf di sekitarnya.
Nyeri Bisa Menjalar ke Tangan dan Kaki
Gejala saraf kejepit tidak selalu berhenti pada area punggung. Menurut Tzu Chi Hospital, tekanan pada saraf di punggung bawah dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke bokong, paha, betis hingga telapak kaki. Keluhan juga dapat disertai kebas, kesemutan, atau sensasi seperti terbakar.
Sementara itu, saraf yang tertekan di bagian leher dapat menimbulkan nyeri yang menjalar menuju pundak, lengan hingga jari tangan. Dalam kondisi tertentu, kekuatan kaki maupun genggaman tangan juga dapat berkurang.
Kebiasaan Sehari-hari Bisa Jadi Pemicu
Saraf kejepit tidak selalu muncul akibat cedera. Kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan risikonya. Tzu Chi Hospital menyebut posisi membungkuk atau terlalu lama menunduk ketika menggunakan gadget, aktivitas mengetik, hingga kebiasaan mengangkat beban sebagai beberapa faktor yang dapat memberikan tekanan pada saraf.
Selain itu, pertambahan usia dapat membuat bantalan tulang belakang kehilangan elastisitas sehingga lebih rentan mengalami gangguan. Cedera dan perubahan struktur tulang belakang juga dapat menjadi penyebab lainnya.
Kapan Harus Diperiksa?
Pada kondisi ringan, keluhan dapat membaik dengan mengurangi aktivitas yang memicu nyeri, kompres, atau fisioterapi. Namun, pemeriksaan dokter diperlukan apabila nyeri tidak kunjung membaik, menjalar ke tangan atau kaki, muncul kelemahan otot, atau keluhan mulai menghambat aktivitas.
Tzu Chi Hospital menjelaskan bahwa pemeriksaan dapat melibatkan evaluasi fisik, EMG, MRI, CT scan, atau X-ray sesuai kebutuhan. Penanganannya pun disesuaikan dengan tingkat keparahan, mulai dari terapi dan obat hingga tindakan medis tertentu.
Karena itu, jangan terburu-buru menganggap nyeri punggung atau leher sebagai keluhan biasa. Mengenali gejalanya lebih awal dapat membantu mendapatkan penanganan yang tepat sebelum gangguan saraf berkembang menjadi lebih serius. (Netty Fatmawati Pane/E-4)


















































