(MI/Rudi)
TIM SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi pencarian kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (5/8). Hingga saat ini, satu korban lain masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengonfirmasi bahwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Minggu (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong tersebut diketahui membawa empat penumpang.
"Berdasarkan informasi yang diterima dari Kanit Polair Meranti, kapal pompong berangkat dari Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Metas untuk mengambil dan menebang pohon sagu. Saat berada di perairan Desa Mengkikip, kapal dilaporkan karam," ujar Prima, Rabu (5/8).
Kronologi dan Data Korban
Dalam insiden tersebut, dua penumpang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Keduanya ialah Iv, 30, dan B, 30, yang merupakan warga Desa Kampung Balak. Namun, dua penumpang lain terseret arus dan dinyatakan hilang.
Identitas korban yang hilang ialah Ibl, 25, warga Desa Kampung Balak, dan Am, 50, warga Desa Teluk Belitung. Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan sejak Minggu sore untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian.
Proses Pencarian Hari Ketiga
Operasi SAR pada hari ketiga, Rabu (5/8), dimulai dengan memperluas area pencarian hingga radius 7 mil laut persegi. Sekitar pukul 12.25 WIB, tim menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan sesosok jenazah.
"Korban diketahui bernama Am, 50, warga Desa Teluk Belitung. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka," jelas Prima.
Setelah mengevakuasi korban pertama, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan penyisiran hingga pukul 18.00 untuk mencari satu korban tersisa, yakni Ibl. Namun, hingga operasi hari ketiga berakhir, keberadaan korban belum ditemukan.
Operasi pencarian dihentikan sementara pada Rabu sore dan dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (6/8) mulai pukul 07.00. Tim SAR Gabungan akan tetap mengikuti rencana operasi yang telah ditetapkan guna menyisir area yang lebih luas. (I-2)

















































