Sebelum Ditemukan Termutilasi di Depok, Kunaefi Dilaporkan Hilang oleh Istri

10 hours ago 1
Sebelum Ditemukan Termutilasi di Depok, Kunaefi Dilaporkan Hilang oleh Istri Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.(Antara)

KASUS penemuan jasad dalam karung yang menggemparkan warga kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya menemui titik terang. Korban yang diketahui bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, ternyata sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Istri Kunaefi melapor langsung ke Polres Metro Depok pada Sabtu, 25 Juli 2026. Ia melaporkan bahwa suaminya tidak kunjung pulang ke rumah sejak beberapa hari sebelumnya. 

Baru kemudian pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, hilangnya Kunaefi menjadi terang benderang. Seorang warga di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, menemukan sebuah karung yang awalnya dikira berisi sampah. Saat warga tersebut mencoba membakar karung tersebut, terlihat bagian tubuh manusia di dalamnya.

"Kasus ini bermula saat warga melihat sebuah karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah dan mengiranya berisi sampah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Temuan ini segera dilaporkan ke Polsek Pancoran Mas dan ditindaklanjuti oleh Tim Inafis Polres Metro Depok melalui olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Berbekal hasil identifikasi korban, laporan orang hilang, keterangan para saksi, serta rangkaian penyelidikan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap identitas pelaku dan mengamankannya di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten," ucapnya.

Kronologi Pertemuan dan Motif Pelaku

Budi menambahkan, korban dan pelaku SA berkenalan melalui media sosial. Setelah berkomunikasi secara intens, keduanya sepakat untuk bertemu secara langsung pada Kamis, 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut dilakukan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok. Namun, pertemuan perdana tersebut tidak berjalan mulus. Terjadi cekcok hebat antara korban dan pelaku yang berujung pada tindakan kekerasan fatal.

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," ungkap Budi.

Aksi Mutilasi dan Upaya Menghilangkan Jejak

Setelah menghabisi nyawa Kunaefi, SA berupaya menghilangkan jejak kejahatannya dengan cara memutilasi tubuh korban. Pelaku memotong bagian pangkal paha korban, lalu membungkus jasad tersebut menggunakan plastik hitam dan karung.

Pelaku kemudian membuang bagian tubuh utama korban di kawasan Tanah Merah, tempat jasad tersebut akhirnya ditemukan warga. Sementara itu, potongan kedua kaki korban dibuang secara terpisah ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas, untuk mempersulit proses identifikasi oleh pihak berwajib.

Tak hanya melakukan pembunuhan, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban. SA melarikan diri ke wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, dan menjual kendaraan tersebut untuk mendapatkan uang.

Penangkapan Pelaku di Banten

Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya melakukan pengejaran berdasarkan hasil identifikasi korban, keterangan saksi, dan analisis laporan orang hilang. Pelaku SA akhirnya berhasil diringkus di tempat persembunyiannya di Panimbang, Pandeglang, Banten.

"Saat ini, pelaku telah diamankan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," tutup Budi. (Ant/I-1)

Data Kasus Keterangan
Identitas Korban Kunaefi (51), Warga Cipayung, Depok
Identitas Pelaku SA (26), Ditangkap di Pandeglang
Waktu Kejadian Kamis, 23 Juli 2026
Lokasi Penemuan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |