Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Reformasi UN80

2 weeks ago 32
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Reformasi UN80 Sekjen PBB Antonio Guterres( ANTARA/Xinhua.)

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak seluruh negara anggota untuk tidak sekadar mempertahankan momentum, melainkan memperdalam reformasi organisasi di bawah Inisiatif UN80 menjelang pembukaan Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

Seruan tegas tersebut disampaikan Guterres saat memberikan taklimat resmi kepada Majelis Umum PBB mengenai perkembangan Inisiatif UN80 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (3/9/2026).

"Menjelang sidang ke-81, saya mendesak negara-negara anggota untuk tidak hanya mempertahankan momentum UN80, tetapi juga memperdalamnya," tegas Antonio Guterres.

Inisiatif UN80 merupakan program reformasi menyeluruh di seluruh sistem PBB yang diluncurkan pertama kali oleh Guterres pada Maret 2025, bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya organisasi dunia tersebut.

Guterres mengingatkan kembali komitmen awal para pendiri PBB delapan dekade silam yang merancang lembaga global untuk menjawab dinamika tantangan zaman.

"Delapan puluh tahun lalu, para pendahulu kita mendirikan PBB karena mereka memahami bahwa dunia yang penuh tantangan membutuhkan institusi-institusi yang mampu menjawab tuntutan zaman. Tanggung jawab tersebut kini berada di pundak kita," ujar Guterres.

Ia menambahkan bahwa kewajiban utama kepemimpinan PBB saat ini adalah menyerahkan sebuah institusi yang jauh lebih tangguh, efisien, dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya.

"Tugas kita adalah mewariskan sebuah PBB yang lebih kuat daripada saat kita menerimanya, lebih terpadu dalam cara kerjanya, lebih disiplin dalam penggunaan sumber dayanya, dan lebih siap untuk memenuhi janji-janji yang dibuat atas namanya," lanjutnya.

Guterres menjelaskan bahwa perjalanan Inisiatif UN80 kini telah melampaui dua tahap awal. Fase pertama berfokus pada identifikasi berbagai kemungkinan, disusul fase kedua yang menguji skenario tersebut, mengumpulkan bukti, serta menentukan jalur strategis. Saat ini, UN80 secara resmi telah memasuki fase ketiga, yakni tahap pengambilan keputusan dan implementasi konkret.

Arah reformasi semakin nyata di seluruh tiga alur kerja (workstreams) utama UN80, meliputi:

  • Efisiensi Sekretariat PBB: Optimalisasi tata kelola dan operasional internal.
  • Tinjauan Pengimplementasian Mandat: Evaluasi relevansi serta pelaksanaan tugas-tugas PBB.
  • Penyesuaian Struktural dan Programatik: Penataan ulang struktur kerja agar lebih adaptif terhadap tantangan global.

Guterres menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan UN80 tidak diukur dari dokumen perencanaan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dunia di masa depan.

"Saat saya meluncurkan UN80, saya berbicara tentang tanggung jawab. Saya kembali menggunakan kata tersebut hari ini karena pada akhirnya tanggung jawablah yang akan menentukan apakah inisiatif ini berhasil," kata Guterres.

Ia menggarisbawahi bahwa tolok ukur sesungguhnya adalah lahirnya PBB yang merespons krisis dengan lebih cepat, bekerja secara lebih terpadu, serta memberikan hasil konkret yang lebih efektif bagi publik global. (Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |