Transportasi publik TransJakarta.(Dok. Antara)
KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang setara dalam mengakses layanan transportasi publik. Ia menekankan bahwa petugas tidak diperbolehkan menurunkan penumpang secara sepihak tanpa dasar hukum dan prosedur yang jelas.
Pernyataan ini merespons insiden penurunan penumpang yang menjadi sorotan publik. Nova menilai, tindakan petugas di lapangan harus memiliki landasan yang kuat dan tidak boleh subjektif, terutama jika hanya didasarkan pada kondisi fisik atau penampilan seseorang.
“Transportasi publik itu milik publik. Semua orang punya hak yang sama untuk menggunakannya. Tidak bisa seseorang diturunkan begitu saja kalau memang tidak melakukan pelanggaran,” ujar Nova saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (4/8).
Politikus tersebut menjelaskan bahwa kriteria penumpang yang dapat dikeluarkan dari moda transportasi hanyalah mereka yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Hal ini mencakup tindakan kriminal, membuat keributan, atau melakukan vandalisme yang membahayakan penumpang lain.
Terkait klarifikasi pihak TransJakarta yang menyebut penumpang diturunkan karena diduga tunawisma, Nova meminta alasan tersebut dievaluasi kembali. Menurutnya, selama penumpang telah melakukan proses tapping kartu elektronik dan masuk melalui halte resmi, maka secara sistem mereka telah memenuhi syarat layanan.
“Kalau penumpang itu sudah bisa masuk halte dan melakukan tapping kartu elektronik, berarti secara sistem dia sudah memenuhi syarat untuk menggunakan layanan. Tidak mungkin dia bisa duduk di dalam bus tanpa melalui proses tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nova mendesak manajemen TransJakarta untuk mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan penumpang agar lebih humanis. Ia mengingatkan petugas untuk tetap mengedepankan etika dan menghormati martabat warga saat melakukan teguran.
“Jangan sampai terkesan membentak atau mempermalukan orang di depan publik. SOP seperti ini menurut saya perlu dievaluasi karena terkesan berlebihan,” pungkas Nova. (Z-10)

















































