Sengatan Panas Diduga Bunuh Tiga Singa di Kebun Binatang Tokyo

1 day ago 5
Sengatan Panas Diduga Bunuh Tiga Singa di Kebun Binatang Tokyo Ilustrasi.(Magnific)

TIGA singa di sebuah kebun binatang di Tokyo dilaporkan mati akibat dugaan sengatan panas (heatstroke), sementara beberapa lain masih dalam perawatan medis. Pihak pengelola menyebut kucing besar tersebut kesulitan beradaptasi dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi di Jepang.

Jepang tengah menghadapi cuaca ekstrem setelah mencatat musim panas terpanas pada tahun lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, suhu di sejumlah wilayah mencapai 40 derajat celsius, yang memicu penetapan status baru bernama hari panas yang kejam (cruelly hot day) dan menyebabkan ribuan orang dilarikan ke rumah sakit.

Pihak Tama Zoological Park dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa 10 dari 16 singa di taman tersebut menunjukkan gejala seperti kehilangan nafsu makan dan penurunan aktivitas sejak pertengahan Juli. Tiga singa betina yang mati terdiri dari satu ekor berusia tiga tahun yang mati pada Selasa (4/8), satu ekor berusia 11 tahun pada Jumat lalu, dan satu ekor berusia 15 tahun pada Minggu.

Akibat insiden ini, area kandang singa yang biasanya dapat dikelilingi pengunjung menggunakan bus safari bermotif zebra ditutup untuk umum hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Berdasarkan pemeriksaan dokter hewan kami, penyebab kematian diduga kuat adalah heatstroke karena ditemukan tanda-tanda dehidrasi dan kegagalan organ ganda," ujar juru bicara kebun binatang kepada AFP.

Ia menambahkan bahwa meskipun singa dianggap sebagai hewan yang tahan panas, kondisi di Jepang sangat berbeda dengan habitat asli mereka di Afrika. "Panas di sini disertai kelembapan tinggi, berbeda dengan panas udara kering di Afrika. Penjaga kebun binatang sebenarnya telah memperkuat langkah-langkah penanganan dalam beberapa tahun terakhir. Namun panas tahun ini datang sangat tiba-tiba setelah musim hujan berakhir pada akhir Juli," jelasnya.

Saat ini, pihak pengelola terus meningkatkan upaya mitigasi dengan menyemprotkan air secara rutin, memperbaiki sistem ventilasi, dan memasang unit pendingin udara (AC) spot di area tertentu.

Kritik dari PETA

Insiden ini memicu reaksi keras dari organisasi hak asasi hewan, PETA. Mereka mengidentifikasi singa yang mati tersebut bernama Mugi, Ichigo, dan Luena. PETA menyatakan bahwa hewan-hewan tersebut lahir, hidup, dan mati dalam kurungan, serta kehilangan segala hal yang membuat hidup berharga bagi hewan liar.

"Kebun binatang bukanlah tempat penyelamatan atau perlindungan. Mereka ada untuk memamerkan hewan demi keuntungan, bukan untuk mengutamakan kebutuhan hewan," tulis PETA dalam pernyataannya.

Krisis Iklim di Jepang

Data dari badan manajemen kebakaran dan bencana Jepang menunjukkan hampir 18.600 orang dibawa ke rumah sakit karena heatstroke antara 20 hingga 26 Juli, dengan 45 orang di antaranya meninggal dunia. Jepang mencatat sekitar 1.300 kematian terkait panas setiap tahun dan menargetkan untuk memangkas angka tersebut menjadi setengahnya pada 2030.

Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim yang dipicu manusia meningkatkan frekuensi dan intensitas peristiwa panas ekstrem. Sebagai catatan, suhu tertinggi di Jepang mencapai 41,8 derajat celsius yang tercatat pada 5 Agustus 2025 di Isesaki, utara Tokyo.

Kondisi ini juga memaksa otoritas setempat menyesuaikan jadwal berbagai acara budaya dan olahraga, termasuk World Cosplay Summit di Nagoya yang baru saja menyelesaikan edisi musim panas terakhirnya akhir pekan lalu. (AFP/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |