Sengketa Hak Cipta Tetris, Gedung Putih Tarik Gim "Build the Wall" dari Situs Resmi

1 week ago 7
Sengketa Hak Cipta Tetris, Gedung Putih Tarik Gim Gedung Putih menghapus gim arkade "Build the Wall" dari situs resminya usai ancaman pelanggaran hak cipta dari perusahaan pemegang lisensi Tetris.(arcade.gov)

GEDUNG Putih resmi menarik gim berformat arkade bertajuk "Build the Wall" dari situs web resminya. Langkah ini diambil menyusul peringatan mengenai potensi pelanggaran hak cipta dari perusahaan pemilik lisensi gim legendaris Tetris.

Pekan lalu, Gedung Putih meluncurkan serangkaian gim pada situs resminya guna mempromosikan berbagai program prioritas pemerintah. Namun, dua gim yang berfokus pada isu imigrasi, "Build the Wall" dan "Rio Run", langsung menuai gelombang kritik luas, termasuk dari pemegang merek Tetris.

Pihak Tetris menegaskan filosofi produknya yang berseberangan dengan pesan dalam gim tersebut.

"Kami percaya pada kekuatan hubungan dan menyatukan orang-orang, bukan memecah belah mereka," tegas pihak Tetris.

Gim "Build the Wall" yang pertama kali muncul di situs pemerintah pada Kamis pekan lalu meminta pengguna untuk menyusun tumpukan batu bata demi menahan serangan dalam simulasi perbatasan. Tak lama setelah gim tersebut dirilis, pihak Tetris mengunggah pernyataan resmi di Instagram yang mengonfirmasi bahwa mereka tidak terlibat dalam pembuatannya.

"Kami menyikapi pelanggaran hak cipta secara sangat serius," tulis pihak Tetris.

Hingga Rabu, gim tersebut sudah tidak dapat diakses di situs Gedung Putih, meski cuplikan permainannya masih terlihat dalam beberapa unggahan video pemerintah di media sosial. Pihak Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan.

"Tetris tidak memiliki komentar," ujar perwakilan dari Miller PR yang mewakili pihak Tetris.

Sementara itu, gim bertema imigrasi lainnya bertajuk "Rio Run" masih tersedia di situs resmi Gedung Putih. Gim yang mengusung mekanisme serupa permainan klasik Snake tersebut mengarahkan pengguna untuk berpatroli di sepanjang Sungai Rio Grande dan menangkap setiap pelintas batas demi meraih poin deportasi tertinggi.

Selain gim imigrasi, Gedung Putih masih menampilkan tiga gim arkade lainnya, yakni gim mengisi akun tabungan anak, mengendalikan elang kepala putih di National Mall, serta memilah menu makan siang sekolah dalam kampanye "Make America Healthy Again".

Peluncuran gim arkade ini menjadi strategi komunikasi digital agresif terbaru dari Gedung Putih. Pekan lalu, seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan alasan di balik pembuatan gim-gim tersebut.

"Ini adalah upaya untuk semakin memperjelas kontras antara budaya kegembiraan dan kemenangan dengan visi sosialis gelap yang dimiliki Partai Demokrat untuk Amerika," ujar pejabat tersebut.

Pemerintah juga terus memanfaatkan elemen gim dan budaya populer dalam narasi media sosialnya. Gedung Putih sempat merilis video di platform X yang mengadaptasi gaya gim Legend of Zelda milik Nintendo dengan judul Legends of Trump. Selain itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS turut mengunggah gambar buatan AI berformat poster film Transformers bertuliskan "Transformers Age of Deportations". (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |