Sepanjang 2026 Sebanyak 6.604 Pekerja di Jawa Tengah Terkena PHK

1 day ago 2
Sepanjang 2026 Sebanyak 6.604 Pekerja di Jawa Tengah Terkena PHK Perusahaan garmen di Jepara PT Samwon Busana Indonesia resmi tutup dan terpaksa melakukan PHK terhadap ratusan pekerjanya pada awal Agustus ini.(MI/Akhmad Safuan)

SEBANYAK 6.604 pekerja di Jawa Tengah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2026. Sektor tekstil dan garmen menjadi menyumbang terbesar mencapai 51,4 persen, diikuti sektor manufaktur dan industri mainan anak sebesar  21,1 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja ini sejumlah daerah membuka jobfair yang diharapkan dapat menampung pekerja korban PHK. 

"Pemerintah Kabupaten Demak menggandeng 30 perusahaan menggelar bursa kerja dengan menggandeng 30 membuka lowongan kerja yang akan menampung sebanyak 2.480 lowongan kerja," kata Bupati Demak Eistianah. 

Hal serupa juga diungkapkan Bupati Rembang Harno bahwa pada Juni-Juli 2026, pemerintah daerah menyelenggarakan jobfair yang menyediakan 3.244 lowongan kerja. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga,

Saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Rembang tercatat sebesar 2,90 persen. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kendal Cicik Sulastri menyampaikan untuk tingkat pengangguran terbuka di Kendal yang angkanya mencapai 4,60 persen, pihaknya telah menggandeng 30 perusahaan dan Lembaga Penempatan Kerja Swasta (LPKS) membuka jobfair untuk merekrut  3.117 tenaga kerja pada Juli lalu. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz secara terpisah mengatakan hingga akhir Juli 2026, jumlah tenaga kerja yang terkena PHK di provinsi ini mencapai  6.604 orang tersebar di sejumlah perusahaan di berbagai daerah. 

Berdasarkan data, lanjut Ahmad Aziz, sektor tekstil dan garmen menyumbang PHK terbesar yakni mencapai 51,4 persen. Lalu diikuti sektor manufaktur dan industri mainan anak 21,1 persen, sektor  industri kayu dan mebel sebesar 12,5 persen dan sektor  industri bulu mata sebesar 9,4 persen.

Menurut Ahmad Aziz perusahaan yang harus melakukan PHK yakni PT Citra Busana Semesta (Sukoharjo) 920 pekerja, PT Victory Apparel (Semarang) 846 pekerja, .PT Combine Will Industrial Indonesia  849 pekerja, PT Samwon Busana Indonesia (Jepara) 685 pekerja, PT Sas Kreasindo Utama (Tegal) 681 pekerja dan PT Cosmoprof Indokarya (Purbalingga) 620 pekerja. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |