Sering Tidur Lampu Nyala? Hati-Hati, Penelitian Terbaru Ungkap Bahaya bagi Jantung

1 week ago 5
Sering Tidur Lampu Nyala? Hati-Hati, Penelitian Terbaru Ungkap Bahaya bagi Jantung ilustrasi(Magnific)

KEBIASAAN tidur dengan kondisi kamar terang atau membiarkan lampu temaram menyala ternyata menyimpan bahaya serius bagi organ jantung. Studi klinis terbaru dari Universitas Tulane yang dipublikasikan dalam European Heart Journal mengungkapkan bahwa paparan cahaya malam melebihi 3 lux dapat mengubah struktur anatomi dan menurunkan fungsi pompa jantung.

Tingkat pencahayaan 3 lux, yang setara dengan pendar layar ponsel, jam digital, atau cahaya yang menyusup dari celah pintu, terbukti memicu reaksi perubahan bentuk otot jantung (cardiac remodeling).

"Polusi cahaya telah muncul sebagai faktor risiko baru untuk penyakit kardiovaskular," kata penulis utama studi, Dr. Lu Qi, Profesor dan Direktur Pusat Penelitian Obesitas Universitas Tulane di New Orleans. 

"Temuan kami, bersama dengan bukti dari studi lain, menunjukkan bahwa pengurangan paparan cahaya malam hari harus dipertimbangkan sebagai salah satu strategi potensial untuk mencegah penyakit jantung oleh para klinisi dan pembuat kebijakan."

Melalui pemantauan sensorik dan pemindaian MRI jantung terhadap lebih dari 11.000 subjek, tim peneliti menemukan dampak klinis dari paparan cahaya malam:

  • Penebalan Dinding Bilik Kiri Jantung: Paparan cahaya redup saat tidur memicu penebalan otot bilik kiri (left ventricle), sehingga memperkecil volume ruang jantung dan menurunkan efisiensi aliran darah.
  • Penurunan Kelenturan Otot Jantung: Otot jantung menjadi kaku dan kurang fleksibel saat berdetak, yang merupakan indikator awal terjadinya gagal jantung.
  • Gangguan Ritme Sirkadian dan Durasi Tidur: Paparan cahaya memotong durasi tidur hingga kurang dari 6 jam, memicu lonjakan hormon stres serta peningkatan tekanan darah di malam hari.

Panduan Menciptakan Kamar Tidur Minim Cahaya

Para pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk menciptakan lingkungan kamar tidur dengan tingkat pencahayaan maksimal 1 lux, guna melindungi fungsi kardiovaskular secara jangka panjang.

Beberapa langkah praktis untuk memblokir paparan cahaya di malam hari meliputi:

  • Gunakan Tirai Khusus: Pasang tirai anti-tembus cahaya (blackout curtains) pada jendela kamar.
  • Tutup Celah Pintu: Matikan lampu koridor dan gunakan ganjal pintu jika terdapat celah cahaya yang menyusup masuk.
  • Gunakan Masker Mata: Pakai masker penutup mata (sleep mask) jika kondisi lingkungan kamar tetap terang.
  • Atur Warna Lampu Tidur: Apabila tetap membutuhkan penerangan, pilih lampu tidur berdaya redup dengan nada warna hangat (warm white), amber, atau merah yang diletakkan di posisi rendah dekat lantai.

(CNN/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |