Buing-puing bangunan yang runtuh di sebuah kota di tepi Sungai Trishuli, Devighat, Nuwakot, Nepal, pada 31 Agustus 2026, akibat banjir bandang Himalaya.(Anadolu Agency)
PEMERINTAH Singapura secara resmi mengumumkan pengiriman personel kepolisian dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Nepal mengatasi banjir bandang Himalaya. Langkah ini diambil guna membantu otoritas setempat menangani dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang telah menelan ratusan korban jiwa.
Kementerian Luar Negeri Singapura menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, pada Minggu (31/8/2026). Dalam pembicaraan tersebut, Balakrishnan menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang melanda kawasan Himalaya tersebut.
"Menteri Balakrishnan menyampaikan kepada Menteri Khanal bahwa Pemerintah Singapura akan mengirim bantuan kemanusiaan dan personel untuk membantu upaya penanganan bencana yang sedang berlangsung di Nepal," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Singapura yang dirilis pada Senin (1/9/2026).
Pengiriman Tim Ahli Identifikasi
Salah satu fokus utama bantuan Singapura adalah pengiriman tim dari Kepolisian Singapura (SPF). Tim ini mencakup personel yang memiliki keahlian khusus dalam proses identifikasi korban bencana alam (Disaster Victim Identification/DVI). Keahlian ini sangat dibutuhkan mengingat skala bencana yang luas dan jumlah korban yang terus bertambah.
Bencana dahsyat ini bermula pada pagi hari tanggal 26 Agustus 2026. Banjir bandang dipicu oleh aliran air dalam volume besar dari wilayah Tiongkok yang mengalir deras ke Sungai Bhote Koshi di wilayah utara Nepal. Kondisi diperparah oleh gempa bumi yang terjadi sebelumnya, yang kemudian memicu tanah longsor besar di sepanjang lembah sungai.
Data Dampak Bencana Nepal
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga awal September 2026, berikut adalah ringkasan dampak bencana di kawasan tersebut:
| Jumlah Korban Tewas | Tembuh 1.000 orang |
| Penyebab Utama | Gempa bumi, longsor, dan banjir bandang Sungai Bhote Koshi |
| Waktu Kejadian Awal | 26 Agustus 2026 |
| Bantuan Singapura | Personel Kepolisian (Ahli Identifikasi) & Bantuan Kemanusiaan |
Upaya internasional terus mengalir ke Nepal seiring dengan masih banyaknya warga yang dilaporkan hilang. Singapura bergabung dengan negara-negara lain, termasuk Tiongkok, yang telah lebih dulu mengirimkan bantuan logistik dan tim penyelamat ke zona bencana di perbatasan Nepal-Tiongkok. (Sputnik/RIA Novosti/I-1)


















































