Skenario Terburuk Ekonomi RI: Harga Minyak US$115, Defisit APBN 4,06%

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan skenario harga Indonesia Crude Oil Price (ICP) di tengah gejolak akibat perang di Timur Tengah.

Airlangga mengungkapkan tingginya harga minyak bisa mendorong defisit APBN meningkat di atas 3,18%. Dari perhitungan Airlangga, skenario pertama menunjukkan jika ICP rerata mencapai US$ 89 dolar per barel dengan kurs Rp 17.000 per dolar AS, dan target pertumbuhan ekonomi dipertahankan 5,3%, yield atau imbal hasil SBN 6,8%, maka defisit APBN akan mencapai 3,18%.

"Kemudian skenario moderat kedua dengan harga US$ 97 per barel, kurs Rp13.700 per dolar AS, growth 5,2%, (imbal hasil) SBN lebih tinggi lagi di 7,2%, defisit mencapai 3,53%," papar Airlangga dalam Sidang Paripurna Kabinet, di Istana Negara, Jumat (13/3/2028).

Lalu, skenario terburuk atau paling pesimis, harga minyak US$ 115, kurs Rp 17.500 per dolar AS, pertumbuhan ekonomi 5,2%, maka defisitnya bisa tembus hingga 4,06%.

"Artinya dengan berbagai skenario ini defisit 3% itu sulit kita pertahankan, kecuali memotong belanja dan memotong pertumbuhan," ujarnya.

Oleh karena itu, Airlangga mengusulkan adanya perubahan APBN. Dia menilai pemerintah perlu mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang (Perpu), seperti di masa Covid-19. Adapun dengan jalur Perpu, pemerintah tidak perlu melakukan konsultasi dan mendapatkan persetujuan DPR.

"Ini beberapa faktor yang perlu masuk di dalam Perpu yang dipersiapkan mengenai timing tentu keputusan politik Pak Presiden tapi ini isi Perpu yang pernah kita siapkan saat Covid, kita sesuaikan berbeda yaitu penerimaan negara ada insentif darurat PPH dan PPN di sektor terdampak tanpa mengubah UU pajak," papar Airlangga.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |