Solusi Keamanan Siber: Dosen UBSI Implementasikan Mitigasi Serangan DNS pada Mikrotik

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua akademisi pakar teknologi informasi, Ahmad Fauzi dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dan Andry Maulana dari Universitas Nusa Mandiri, merancang mekanisme pertahanan jaringan untuk menghadapi serangan siber berbasis Domain Name System (DNS).

Penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2025 tersebut berfokus pada implementasi keamanan DNS pada router Mikrotik guna menahan serangan User Datagram Protocol (UDP).

Riset eksperimental ini dilakukan untuk menjawab tantangan keamanan jaringan skala kecil hingga menengah yang kerap menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber.

Uji Tiga Skenario pada Router Mikrotik

Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan menguji performa Router Mikrotik RB750 dalam tiga skenario, yakni kondisi normal, kondisi saat diserang tanpa perlindungan, serta kondisi setelah sistem keamanan diaktifkan.

Hasil pengujian menunjukkan, tanpa pengamanan serangan UDP mampu meningkatkan beban CPU router hingga 100 persen.

Layanan DNS tercatat mengonsumsi sumber daya terbesar, mencapai 47,5 persen. Lonjakan beban tersebut berdampak pada tingginya latensi serta potensi terganggunya ketersediaan layanan internet bagi pengguna.

Ahmad Fauzi menjelaskan, penelitian ini menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus dengan Akreditasi Unggul dalam menghadirkan solusi berbasis riset.

Hasil riset ini menunjukkan penggunaan konfigurasi firewall raw rules pada chain prerouting terbukti sangat efektif. Setelah aturan drop pada trafik UDP port 53 diimplementasikan, beban CPU yang tadinya kritis langsung menurun drastis ke tingkat normal sekitar 6 persen.

‘’Ini solusi praktis dan ekonomis bagi administrator jaringan,” ujar Fauzi, dalam keterangan yang dikutip Senin (30/3/2026).

Firewall Prerouting Jadi Kunci Efektivitas

Menurutnya, keunggulan metode ini terletak pada penempatan aturan keamanan di chain prerouting, sehingga paket berbahaya dapat langsung dibuang sebelum memasuki proses sistem lainnya.

Pendekatan ini terbukti tidak hanya menurunkan beban kerja perangkat, tetapi juga meningkatkan stabilitas throughput serta ketersediaan layanan DNS secara signifikan.

Temuan tersebut semakin relevan mengingat serangan berbasis UDP menyumbang lebih dari 16 persen insiden Distributed Denial of Service (DDoS) secara global. Artinya, mitigasi pada lapisan DNS menjadi langkah strategis menjaga stabilitas infrastruktur jaringan.

Perkuat Riset Keamanan Siber Nasional

Kontribusi ilmiah ini mempertegas posisi UBSI sebagai institusi yang aktif dalam pengembangan riset keamanan siber nasional.

Melalui inovasi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan, UBSI terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai Kampus Digital Kreatif dengan Akreditasi Unggul, UBSI berkomitmen mendukung kemajuan infrastruktur teknologi informasi di Indonesia melalui riset yang adaptif terhadap dinamika ancaman siber yang terus berkembang.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |