Elon Musk.(Al Jazeera)
SPACEX menunjukkan ambisi besar untuk menjadi pemain utama dalam revolusi kecerdasan buatan (AI). Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut melaporkan lonjakan belanja modal (capital expenditures) yang mencapai US$18,4 miliar (sekitar Rp290 triliun) pada kuartal terbaru.
Berdasarkan laporan investor yang dirilis Selasa waktu setempat, sebagian besar dari angka tersebut--yakni US$15,8 miliar--dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur AI. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan total belanja pada kuartal sebelumnya.
Ekspansi Infrastruktur dan Pusat Data Orbital
Dalam panggilan kuartal pertamanya sebagai perusahaan publik setelah IPO pada Juni lalu, Elon Musk menegaskan bahwa SpaceX sedang membangun kapasitas komputasi AI dalam skala besar dengan kecepatan yang melampaui perusahaan lain. Musk berencana meningkatkan kapasitas pusat data SpaceX dari 2 gigawatt menjadi 10 gigawatt.
Langkah ambisius ini mencakup pengembangan model AI internal, investasi pada infrastruktur komputasi terestrial, hingga rencana peluncuran pusat data orbital pertama pada tahun 2027. "Kami membangun kapasitas komputasi AI pada skala yang lebih cepat daripada siapa pun," ujar Musk.
Strategi ini menandai pergeseran tajam SpaceX yang selama 24 tahun terakhir fokus pada roket dan satelit. Tahun lalu, Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI, startup kecerdasan buatan miliknya. Selain itu, SpaceX baru saja mengakuisisi agen pengodean AI, Cursor, senilai US$60 miliar dan menyepakati penggunaan eksklusif cip AI dari Nvidia.
Kinerja Keuangan dan Reaksi Pasar
Meskipun mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 92% menjadi US$7,8 miliar pada kuartal kedua, saham SpaceX sempat merosot sekitar 7% dalam perdagangan setelah jam kerja. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap besarnya pengeluaran dan kerugian bersih sebesar US$541 juta, meskipun angka kerugian tersebut masih lebih baik dari ekspektasi Wall Street.
Perbandingan Belanja AI Global:
- Amazon: Estimasi belanja modal US$220 miliar tahun ini.
- Alphabet (Google): Proyeksi belanja US$195 miliar - US$205 miliar.
- Microsoft: Estimasi US$175 miliar pada 2026.
- Meta: Estimasi antara US$130 miliar hingga US$145 miliar.
Target Pendapatan US$1 Triliun
Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, menyatakan bahwa investasi AI ini mulai membuahkan hasil. SpaceX telah menandatangani kesepakatan untuk menyewakan kapasitas pusat datanya kepada raksasa teknologi seperti Google dan Anthropic, serta menjajaki kerja sama dengan Departemen Pertahanan AS.
Perusahaan memproyeksikan akan mencapai pendapatan berulang tahunan (annualized recurring revenue) sebesar US$100 miliar pada Desember mendatang. Musk bahkan menaikkan target jangka panjangnya, dengan memprediksi SpaceX akan menyentuh pendapatan tahunan US$1 triliun (sekitar Rp15,7 kuadriliun) pada tahun 2030, setahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Di sisi lain, bisnis satelit internet Starlink tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan dengan pendapatan melonjak menjadi US$4,3 miliar pada kuartal ini. Hingga akhir Juni, pelanggan Starlink telah mencapai 12 juta pengguna di seluruh dunia. (The Wall Street Journal/I-2)

















































