Spanyol Hadapi Musim Panas Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

1 week ago 5
Spanyol Hadapi Musim Panas Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Arsip: Para wisatawan melindungi diri dari sengatan matahari menggunakan payung saat menyeberangi Alun-alun Plaza Mayor di Madrid(OSCAR DEL POZO / AFP)

WILAYAH Spanyol daratan mengalami musim panas terpanas sejak dimulainya pencatatan meteorologi pada tahun 1961. Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) mengonfirmasi bahwa negara tersebut diterjang gelombang panas selama 61 hari ekstrem sepanjang Juni hingga Agustus, melampaui rekor sebelumnya yaitu 41 hari pada 2022.

Selama periode tersebut, suhu rata-rata Spanyol menyentuh angka 24,5°C. Lonjakan tersebut tercatat 2,4°C lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata historis periode 1991–2020, sekaligus memecahkan rekor suhu musim panas tertinggi dalam sejarah negara tersebut.

Para ilmuwan menegaskan bahwa pemanasan global akibat aktivitas manusia bertanggung jawab atas peningkatan frekuensi dan intensitas gelombang panas di benua Eropa. Fenomena iklim ekstrem di Spanyol ini membawa dampak kehancuran yang masif:

  • Lonjakan Angka Kematian: Institut Kesehatan Carlos III mencatat rekor baru dengan lebih dari 5.000 kematian terkait paparan suhu panas ekstrem sepanjang Juni hingga Agustus.
  • Suhu Ekstrem Melintasi Batas Musim: Cuaca panas ekstrem meluas hingga awal September, di mana kotamadya El Granado mencatat rekor suhu tertinggi tahun ini mencapai 45,7°C.
  • Bencana Kebakaran Hutan Hebat: Suhu ekstrem memicu kebakaran hutan masif yang menghanguskan hampir 296.000 hektar lahan. Kebakaran besar di barat Madrid bahkan memaksa evakuasi puluhan ribu warga.

Gangguan Ekonomi dan Logistik: Kekeringan hebat dan penurunan debit air sungai secara drastis mengganggu stabilitas ekonomi serta pasokan energi di wilayah terdampak.

Data AEMET menggarisbawahi fakta mengkhawatirkan bahwa 10 musim panas terpanas dalam sejarah Spanyol seluruhnya terjadi di abad ke-21, mempertegas urgensi penanganan krisis iklim global secara nyata.

(AFP/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |