Spanyol Pasang Pagar Inflatable di Ceuta Bendung Migran Maroko

4 days ago 2
Spanyol Pasang Pagar Inflatable di Ceuta Bendung Migran Maroko Aparat keamanan Spanyol mengambil tindakan saat para migran tiba di pesisir kota Ceuta, Spanyol, di Afrika Utara.(Anadolu Agency/Marcos Moreno )

PEMERINTAH Spanyol mulai mengambil langkah tegas untuk membendung lonjakan kedatangan migran dengan memasang penghalang baru di perairan lepas pantai Tarajal, Ceuta. Langkah ini diambil menyusul krisis migrasi besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu orang dari Maroko dalam waktu singkat.

Berdasarkan laporan kantor berita Europa Press pada Sabtu (1/8/2026), penghalang yang dipasang merupakan pagar yang dapat ditiup dan mengembang (inflatable). Struktur ini dirancang khusus untuk menghalangi akses melalui jalur laut yang menjadi titik masuk utama para migran.

Penghalang tersebut memiliki panjang mencapai 500 meter dengan ketinggian antara 30 hingga 70 sentimeter di atas permukaan laut. Meski terlihat mengapung, bagian bawah penghalang ini dapat menjangkau kedalaman hingga 1 meter di bawah permukaan laut.

Untuk memastikan posisinya tetap stabil, sistem ini dilengkapi dengan barisan pelampung yang ditambatkan langsung ke dasar laut. Meski menutup akses secara luas, pemerintah tetap menyediakan celah di antara rangkaian penghalang. Celah tersebut berfungsi sebagai jalur keluar-masuk bagi kapal-kapal patroli Garda Sipil Spanyol (Civil Guard) yang bertugas mengawasi kawasan perbatasan.

Kondisi Terkini di Ceuta

Pemerintah setempat menyatakan bahwa situasi pada malam hari di Ceuta kini terpantau normal. Arus kedatangan migran dilaporkan telah sepenuhnya berhenti setelah pemasangan penghalang dan pengetatan penjagaan. Saat ini, otoritas terkait fokus pada proses pemulangan para migran kembali ke Maroko yang diklaim terus berlanjut tanpa insiden berarti.

Data Krisis Migrasi Ceuta:

  • Total Kedatangan: Sekitar 60.000 orang dalam satu hari (Jumat, 31/7).
  • Korban Jiwa: Sedikitnya 57 orang dilaporkan tewas (Laporan El Pais).
  • Repatriasi: Sekitar 25.000 orang telah kembali ke Maroko (Laporan El Mundo).

Latar Belakang Krisis

Lonjakan migran ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara tersebut. Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, sebelumnya mengungkapkan kekhawatirannya atas tekanan luar biasa terhadap fasilitas kota ketika puluhan ribu orang menyeberang hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Koordinasi antara pemerintah Spanyol dan Maroko terus dilakukan untuk menangani sisa migran yang masih berada di wilayah Ceuta, sembari memastikan keamanan di sepanjang garis pantai Tarajal tetap terjaga dengan adanya teknologi penghalang baru tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |