Ilustrasi penumpang menunggu kereta commuter di Stasiun Karet, Jakarta(Antara Foto)
STASIUN Karet resmi ditutup sementara mulai 1 September hingga 31 Desember 2026 untuk mendukung revitalisasi dan pembangunan fasilitas pendukung integrasi dengan Stasiun BNI City atau Sudirman Baru. Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pelaksanaan hari pertama penutupan Stasiun Karet berjalan kondusif.
Pengguna Commuter Line yang masih mengakses kawasan Stasiun Karet diarahkan menuju Stasiun BNI City melalui akses Jalan Haji Mas Mansyur.
“Berdasarkan evaluasi di hari pertama integrasi berjalan antara Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru, ini berjalan cukup kondusif,” kata Karina, Selasa (1/9).
Menurut dia, KAI Commuter akan terus memantau kondisi penumpang KRLi di lapangan, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. Pemantauan dilakukan untuk memastikan perpindahan penumpang menuju Stasiun BNI City berlangsung lancar.
Karina menyebutkan, jam sibuk Commuter Line pada pagi hari berlangsung sekitar pukul 06.00-09.00 WIB. Sementara pada sore hingga malam hari, kepadatan dipantau mulai sekitar pukul 15.30 hingga 20.00 WIB.
Di sisi lain, KAI Commuter memastikan penutupan Stasiun Karet tidak mengubah jumlah perjalanan Commuter Line yang melintasi kawasan tersebut. Sebanyak 264 perjalanan KRL per hari tetap beroperasi.
“Jadi tidak ada perubahan dari sisi jumlah frekuensi Commuter Line yang beroperasi,” ujarnya.
Karina menjelaskan, penutupan Stasiun Karet merupakan bagian dari peningkatan pelayanan sekaligus mempertimbangkan aspek keselamatan operasional perjalanan kereta api. Integrasi dengan Stasiun BNI City, kata dia, dilakukan agar fasilitas dan akses penumpang dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.
Pada tahap akhir pembangunan, area Stasiun Karet, jelasnya, nanti akan difungsikan sebagai passenger way atau jalur integrasi menuju Stasiun BNI City. Infrastruktur pendukung bagi penumpang juga akan ditambah untuk meningkatkan kenyamanan dan pelayanan.
“Kita melakukan integrasi ini sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan baik oleh KAI maupun KAI Commuter, termasuk juga mempertimbangkan kebutuhan keselamatan operasional perjalanan KA,” jelas Karina. (H-4)


















































