Studi: Konsumsi Kopi Berlebih Berisiko Lemahkan Tulang Wanita Lansia

2 weeks ago 27
 Konsumsi Kopi Berlebih Berisiko Lemahkan Tulang Wanita Lansia Ilustrasi, seorang lansia mengalami nyeri tulang.(Dok. Magnific)

PENELITIAN terbaru dari Flinders University mengungkapkan adanya hubungan yang berbeda antara konsumsi kopi dan teh terhadap kesehatan tulang pada wanita lanjut usia. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients ini menyoroti bagaimana kebiasaan minum harian dapat memengaruhi risiko osteoporosis.

Melibatkan hampir 10.000 wanita berusia 65 tahun ke atas selama periode 10 tahun, para peneliti memantau perubahan kepadatan mineral tulang (BMD)—indikator utama untuk menilai risiko osteoporosis. Mengingat osteoporosis menyerang satu dari tiga wanita di atas usia 50 tahun secara global, temuan ini memiliki implikasi luas bagi kesehatan publik.

Dampak Konsumsi Kopi Berlebih

Hasil studi menunjukkan pola yang kompleks pada konsumsi kopi. Minum kopi dalam jumlah moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, tidak menunjukkan dampak buruk pada kesehatan tulang. Namun, wanita yang mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi sehari ditemukan memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah.

Ryan Liu, salah satu penulis laporan tersebut, menjelaskan bahwa kandungan kafein dalam kopi telah terbukti dalam studi laboratorium dapat mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang. "Meskipun efek ini kecil dan dapat diimbangi dengan menambahkan susu, konsumsi yang sangat tinggi tetap menunjukkan risiko penurunan BMD," ujarnya.

Penelitian juga mencatat bahwa efek negatif kopi lebih kuat pada wanita dengan tingkat konsumsi alkohol yang tinggi sepanjang hidup mereka.

Manfaat Teh bagi Kepadatan Tulang

Berbeda dengan kopi, konsumsi teh justru dikaitkan dengan kepadatan tulang pinggul yang sedikit lebih tinggi. Perbedaan ini, meski kecil, dianggap signifikan secara statistik jika diterapkan pada populasi besar.

"Peningkatan kecil pada kepadatan tulang dapat diterjemahkan menjadi lebih sedikit kasus patah tulang di kelompok masyarakat yang luas," kata Adjunct Associate Professor Enwu Liu dari College of Medicine and Public Health.

Manfaat teh diduga berasal dari senyawa katekin yang melimpah di dalamnya. Katekin diketahui dapat membantu pembentukan tulang dan memperlambat proses kerusakan tulang. Efek positif teh ini ditemukan lebih menonjol pada wanita dengan kondisi obesitas.

Rekomendasi bagi Lansia

Meski temuan ini signifikan, para peneliti menekankan bahwa perbedaannya tergolong moderat dan tidak mengharuskan perubahan drastis pada kebiasaan harian individu.

"Hasil kami tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi atau mulai minum teh dalam jumlah galon," tambah Associate Professor Liu. Namun, ia menyarankan agar wanita lansia, terutama yang juga mengonsumsi alkohol, untuk membatasi asupan kopi agar tidak berlebihan.

Sebagai kesimpulan, para peneliti menegaskan bahwa kalsium dan vitamin D tetap menjadi pilar utama kesehatan tulang. Namun, memilih secangkir teh setiap hari bisa menjadi langkah sederhana tambahan untuk mendukung kekuatan tulang di masa tua.

Penelitian tersebut berjudul 'Longitudinal Association of Coffee and Tea Consumption with Bone Mineral Density in Older Women: A 10-Year Repeated-Measures Analysis in the Study of Osteoporotic Fractures' oleh Ryan Yan Liu dan Enwu Liu dan didanai oleh National Institute on Aging (NIA) dan National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). (Sciencedaily/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |