Studi: Lingkungan Tempat Tinggal di Usia 20-an Pengaruhi Kesehatan Jantung di Masa Depan

2 weeks ago 4
 Lingkungan Tempat Tinggal di Usia 20-an Pengaruhi Kesehatan Jantung di Masa Depan Ilustrasi pemeriksaan pemeriksaan jantung.(Dok. Magnific)

LINGKUNGAN tempat tinggal Anda saat memasuki usia dewasa muda ternyata dapat membentuk kesehatan jantung hingga puluhan tahun kemudian. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan yang buruk di masa muda berkaitan erat dengan risiko kalsifikasi arteri koroner (CAC) yang lebih tinggi saat memasuki usia paruh baya.

Kalsifikasi arteri koroner merupakan tanda peringatan dini yang krusial bagi penyakit kardiovaskular. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini menunjukkan bahwa paparan terhadap kondisi sosial lingkungan yang tidak menguntungkan di masa dewasa muda meningkatkan kemungkinan berkembangnya penanda penyakit jantung tersebut di kemudian hari.

Indeks Baru Pengukur Kesehatan Lingkungan

Para peneliti dari Northwestern Medicine mengidentifikasi hubungan ini menggunakan indeks baru yang dirancang untuk menangkap berbagai determinan sosial kesehatan lingkungan secara sekaligus. Indeks ini mencakup kondisi sosioekonomi, akses terhadap makanan, peluang aktivitas fisik, hingga tingkat kriminalitas lokal.

"Studi ini membantu memajukan bidang ini dengan mengalihkan fokus dari faktor risiko gaya hidup individu ke pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana konteks lingkungan membentuk kesehatan," ujar Lifang Hou, profesor Kedokteran Pencegahan dan Pediatri yang merupakan penulis senior studi tersebut.

Melacak Risiko Penyakit Kardiovaskular Jangka Panjang

Untuk menyelidiki kaitan tersebut, tim peneliti menganalisis data dari studi CARDIA (Coronary Artery Risk Development in Young Adults). Ini merupakan studi kohort longitudinal yang memeriksa bagaimana faktor perilaku, lingkungan, serta faktor terkait ras dan jenis kelamin memengaruhi perkembangan penyakit kardiovaskular dan penuaan.

Menggunakan teknik statistik canggih dan pembelajaran mesin (machine learning), tim membandingkan skor indeks lingkungan dengan hasil pengukuran CAC yang dilakukan berulang kali dari waktu ke waktu. Hasilnya menunjukkan:

  • Partisipan yang tinggal di lingkungan dengan kondisi sosial buruk di masa dewasa muda menghadapi risiko CAC yang lebih tinggi di masa depan.
  • Hubungan ini ditemukan lebih kuat pada partisipan kulit hitam dibandingkan dengan partisipan kulit putih.
  • Kondisi lingkungan tetap berpengaruh bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor tingkat individu seperti pendapatan dan pendidikan.

Dampak Biologis yang Nyata

Menurut Hou, temuan ini menunjukkan bahwa kondisi sosial lingkungan di awal kehidupan dapat memiliki konsekuensi biologis yang bertahan lama bagi kesehatan jantung. Determinan sosial lingkungan bukan sekadar konsep abstrak, melainkan terkait dengan perubahan biologis yang dapat diukur.

"Dengan mengintegrasikan berbagai determinan sosial lingkungan ke dalam satu indeks, kita dapat menangkap lebih baik bagaimana faktor-faktor ini terakumulasi dari waktu ke waktu dan memengaruhi risiko kardiovaskular," tambah Hou, yang juga menjabat sebagai direktur Center for Global Oncology di Robert J. Havey, MD Institute for Global Health.

Ke depannya, para peneliti berencana untuk menyelidiki apakah faktor lingkungan yang sama juga terkait dengan hasil kardiovaskular lainnya, seperti infark miokard (serangan jantung) dan gagal jantung. Mereka juga bertujuan mengidentifikasi determinan sosial lingkungan yang dapat dimodifikasi untuk menjadi target intervensi kesehatan masyarakat di masa depan. (Sciencedaily/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |