REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) kembali menggelar kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille sebagai wadah bagi para tunanetra untuk mentadabburi Alquran selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) tersebut diikuti sekitar seribu tunanetra dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum ITMI Yogi Madsuni mengatakan kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap Ramadhan, tepatnya pada 17 Ramadhan. “Kegiatan ini memang digelar setiap tahun pada bulan Ramadhan. Momentum tadarus nasional ini menjadi ikon ITMI Indonesia,” kata Yogi kepada Republika saat acara Tadarus Nasional Alquran Braille, Jumat (7/3/2026).
Acara tersebut digelar secara luring di dua lokasi, yakni Masjid ITMI (Syekh Ismail Bin Sa’ad Al-Atiq) di Bandung dan Masjid Raya Cipinang Muara, Jakarta. Kegiatan juga dilaksanakan secara daring sehingga dapat diikuti pengurus ITMI dan para tunanetra di berbagai daerah.
Yogi mengungkapkan kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille telah digelar lebih dari satu dekade dan terus dilaksanakan secara konsisten. Menurut dia, kegiatan ini berangkat dari kepedulian untuk meningkatkan kemampuan tunanetra dalam membaca Alquran braille.
Ia menjelaskan populasi tunanetra Muslim di Indonesia diperkirakan mencapai 3,5 juta orang. Namun, baru sekitar 10 persen di antaranya yang mampu membaca Alquran braille. “Karena itu kegiatan ini juga menjadi bentuk evaluasi agar semakin banyak tunanetra yang mampu membaca Alquran braille,” ujarnya.
Sekitar seribu peserta mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya 150 peserta di Jakarta dan 200 peserta di Bandung, sementara ratusan lainnya bergabung secara daring.
Yogi menilai kemampuan membaca braille menjadi kebutuhan dasar bagi tunanetra. Menurut dia, ketika seseorang ditakdirkan menjadi tunanetra, ada tiga kemampuan yang perlu dikuasai, yakni orientasi mobilitas, mengurus diri, dan braille sebagai sarana literasi.
“Ketunanetraan atau kebutaan di dunia adalah takdir. Tetapi kebutaan di akhirat adalah pilihan,” ujar Yogi.
Ia juga menukil Surat Thaha ayat 124 yang menjelaskan bahwa siapa pun yang berpaling dari peringatan Allah akan menjalani kehidupan yang sempit di dunia dan dibangkitkan dalam keadaan buta di akhirat.
“Supaya kita tidak menjadi buta dua kali, Alquran harus menjadi teman kita. Kita harus bercengkerama dan mentadabburi Alquran,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca Alquran braille, ITMI pada 2025 membentuk lembaga otonom bernama Asosiasi Pengajar Alquran Braille serta Lembaga Sertifikasi Pengajar Alquran Braille.

2 hours ago
1

















































