Tak Hanya Ganggu Mental, Stres Berkepanjangan Bisa Memengaruhi Kesehatan Tulang

3 weeks ago 37
Tak Hanya Ganggu Mental, Stres Berkepanjangan Bisa Memengaruhi Kesehatan Tulang Ilustrasi(magnifik)

SELAMA ini stres lebih sering dikaitkan dengan sulit tidur, perubahan suasana hati, atau menurunnya konsentrasi. Namun, ternyata dampaknya tidak berhenti pada kesehatan mental. Stres yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kondisi tulang dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko osteoporosis.

Hal tersebut dijelaskan oleh National Osteoporosis Foundation South Africa (NOFSA) melalui artikel “The Link between Stress, Mental Health and Bone Health” yang diterbitkan pada 17 Juli 2024. NOFSA menjelaskan bahwa hubungan antara kesehatan mental dan tulang melibatkan berbagai faktor biologis, psikologis, hingga gaya hidup.

Ketika Stres Berlangsung Terlalu Lama

Stres sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau ancaman. Dalam kondisi normal, respons ini membantu seseorang menghadapi situasi sulit. Masalah dapat muncul ketika stres terjadi terus-menerus.

Salah satu hormon yang berperan dalam respons stres adalah kortisol. Menurut NOFSA, kadar kortisol yang terus tinggi dapat menghambat aktivitas sel pembentuk tulang atau osteoblas sekaligus meningkatkan proses penghancuran jaringan tulang oleh osteoklas. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kepadatan tulang.

Dengan kata lain, stres kronis tidak hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga dapat mengganggu proses alami yang menjaga kekuatan tulang.

Kesehatan Mental dan Gaya Hidup Ikut Berperan

Hubungan tersebut semakin kompleks ketika stres berkembang menjadi gangguan kecemasan atau depresi. Orang yang mengalami masalah kesehatan mental dapat mengalami perubahan pola makan, kurang bergerak, atau menjalani kebiasaan yang kurang sehat.

NOFSA juga mencatat adanya hubungan antara depresi dengan kepadatan mineral tulang yang lebih rendah. Sementara itu, gangguan kecemasan dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang. Penelitian pada manusia maupun hewan turut memberikan gambaran mengenai kemungkinan hubungan stres kronis dengan kehilangan massa tulang.

Menjaga Tulang Dimulai dari Mengelola Stres

Menjaga kesehatan tulang ternyata tidak cukup hanya dengan memperhatikan asupan kalsium. Mengelola stres juga menjadi bagian penting dari pendekatan yang lebih menyeluruh.

NOFSA menyarankan aktivitas fisik secara rutin serta teknik pengelolaan stres seperti mindfulness dan terapi perilaku kognitif atau CBT. Asupan kalsium, vitamin D, dan pola makan bergizi juga tetap diperlukan untuk mendukung kesehatan tulang.

Pada akhirnya, merawat tulang berarti merawat tubuh secara menyeluruh. Menjaga kesehatan mental, aktif bergerak, makan bergizi, dan memperhatikan kesehatan tulang dapat menjadi langkah sederhana untuk mempertahankan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Sumber: National Osteoporosis Foundation South Africa (NOFSA)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |