Kondisi Danau Kelimutu Kawah 1 dan Kawah Kawah 2,. Rabu (5/8) sesudah terjadi longsor pada Selasa (4/8).(Doc Taman Nasional Kelimutu)
SALAH satu dinding tebing yang membatasi Kawah I dan Kawah II Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami longsor.
Longsoran terjadi pada dinding di sisi kawah 2. Akibatnya, bagian tebing tersebut menipis sehingga memunculkan kekhawatiran dapat memengaruhi batas alami antara kedua kawah tersebut.
Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Heru Rudiharto, membenarkan adanya longsoran pada dinding pembatas kedua kawah tersebut. Fenomena tersebut normal untuk gunung api aktif.
"Tim kami melakukan survei dan pengamatan dilapangan dan korelasi dengan rekaman seismik kami benar terjadi longsoran di dinding pembatas kawah 1 dan 2 yang diakibatkan pelapukan batuan di dinding kawah," kata saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (5/8).
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8) pukul 08.44 Wita, direkam oleh pengunjung dan diunggah di media sosial. Dalam video tersebut terlihat material tebing runtuh ke dalam kawah hingga memicu guncangan besar pada permukaan air danau kawah 2.
Saat ini, warna air danau kawah I terpantau biru toska, sedangkan air Danau Kawah II berwarna putih susu kebiruan.
"Gejala perubahan warna sudah satu atau dua bulan terakhir, dan itu normal," ujarnya.
Terkait kejadian tersebut, Heru mengimbau masyarakat dan pengunjung agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, tidak melintasi pagar pembatas, serta selalu mengikuti arahan petugas di lokasi.
Menurutnya, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Balai Taman Nasional Kelimutu akan melakukan pengecekan langsung untuk mengkaji dampak longsoran tersebut.
"Rencana, kami akan cek dengan Tim PVMBG," ujarnya. (PO)

















































