Temuan Baru Data Lama NASA: Batuan Mars Ungkap Rahasia Air Murni di Masa Lalu

18 hours ago 9
 Batuan Mars Ungkap Rahasia Air Murni di Masa Lalu Wahana penjelajah Spirit di Mars.(NASA/JPL-Caltech/Cornell)

LEBIH dari dua dekade setelah wahana penjelajah Spirit milik NASA mulai mengeksplorasi Mars, para ilmuwan berhasil menemukan petunjuk tersembunyi dari data arsip lama. Temuan ini semakin memperkuat bukti Planet Merah tersebut pernah kaya akan air cair di masa lalu.

Tim peneliti mengalisis ulang pengukuran yang dikumpulkan Spirit antara tahun 2004 hingga 2010. Hasilnya mengungkapkan jejak luas crystalline hematite (hematit kristal) dan magnetite yang terubah pada tanah biasa Mars. Kedua mineral kaya besi ini mengindikasikan adanya perubahan kimia kuno yang konsisten dengan interaksi antara air dan batuan.

Menurut pernyataan resmi dari Edith Cowan University (ECU) di Australia, temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan air cair di Mars mungkin jauh lebih meluas dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.

Untuk mengidentifikasi jejak tersebut, tim mengombinasikan ratusan pengukuran individu dari 32 titik tanah yang belum terganggu di dalam Kawah Gusev, lokasi mendaratnya Spirit pada Januari 2004. Langkah ini berhasil menciptakan profil mineral besi paling terperinci yang pernah disusun untuk tanah tipikal Mars.

"Salah satu penemuan terpenting adalah ditemukannya crystalline hematite di tanah biasa Mars," kata Paulo de Souza, penulis utama studi sekaligus profesor di ECU. "Keberadaan mineral ini yang meluas tidak hanya menunjukkan bahwa air pernah ada, tetapi juga bahwa wilayah luas di Mars mungkin pernah tertutup oleh air."

Crystalline hematite telah lama dianggap sebagai salah satu indikator mineral terkuat dari keberadaan air masa lalu di Mars. Meski dapat terbentuk melalui aktivitas vulkanik atau hidrotermal, mineral ini umumnya berkembang ketika batuan yang mengandung besi berinteraksi dengan air cair.

Penemuan ini tergolong signifikan karena analisis sebelumnya menyimpulkan bahwa crystalline hematite sebagian besar tidak ada di lokasi pendaratan Spirit. Sinyal mineral tersebut terlalu samar untuk terlihat dalam pengukuran tunggal. Namun, dengan menggabungkan ribuan spektra yang dikumpulkan selama misi, tim berhasil memisahkan sinyal tersebut dari derau latar belakang (background noise).

Para peneliti juga mengidentifikasi magnetite yang terubah. Ini mengindikasikan bahwa mineral vulkanik asli di tanah Mars telah mengalami transformasi kimia seiring berjalannya waktu. Karena debu dan tanah serupa menutupi sebagian besar Mars, proses kimia terkait air diperkirakan terjadi secara meluas di seluruh planet, bukan hanya di Kawah Gusev.

Temuan ini menambah deretan bukti bahwa Mars dahulunya jauh lebih berpotensi mendukung kehidupan dibanding kondisi gersangnya saat ini. Selain mengungkap sejarah air Mars, penelitian ini menegaskan pentingnya nilai ilmiah dari data arsip misi antariksa.

"Karya ini menunjukkan bahwa penemuan penting tidak selalu dibuat dengan mengumpulkan data baru," ujar de Souza. "Terkadang penemuan tersebut datang dari melihat data yang ada dengan sudut pandang baru dan teknik analisis yang lebih baik."

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada 26 Juni dalam jurnal Interactions. (Space/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |