Tentara Israel Usir Warga Palestina di Qusra Usai Pengepungan Pemukim Yahudi

3 days ago 2
Tentara Israel Usir Warga Palestina di Qusra Usai Pengepungan Pemukim Yahudi Belasan keluarga Palestina di Desa Qusra diusir pasukan Israel usai dikepung pemukim Yahudi. PBB catat ribuan warga Tepi Barat mengungsi akibat kekerasan.(EPA)

BELASAN keluarga Palestina di Desa Qusra, wilayah Tepi Barat yang diduduki, dipaksa meninggalkan kediaman mereka oleh militer Israel. Pengusiran ini terjadi di tengah operasi militer yang diklaim bertujuan menertibkan kelompok pemukim ilegal Israel.

Sebelumnya, kelompok pemukim Israel mengepung tiga rumah milik keluarga Abu Ridi dan Hassan di desa tersebut sejak hari Minggu. Mereka memutus saluran listrik serta pasokan air bersih. Kepala Desa Qusra, Abdel Azim Wadi, mengungkapkan militer Israel telah menetapkan wilayahnya sebagai zona militer tertutup dan mengalihfungsikan sejumlah rumah warga yang dikosongkan menjadi barak tentara.

Juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, mengutuk aksi para pemukim tersebut.

"Tentara Israel bertindak melawan hal itu, kami sedang menyelidikinya, dan kami akan menangkap mereka yang bertanggung jawab serta mengadili mereka," ujar David Mencer.

Kekerasan oleh kelompok pemukim di Tepi Barat terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir seiring pesatnya perluasan permukiman yang disokong pemerintah Israel. Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka, padahal seluruh permukiman Israel di Tepi Barat berstatus ilegal menurut hukum internasional.

Kecaman Internasional

Insiden intimidasi terhadap keluarga Abu Ridi juga memicu kecaman internasional. Duta Besar Amerika Serikat, Mike Huckabee, mengecam keras aksi tersebut melalui unggahan di media sosial X.

"Tindakan oleh mereka yang melakukan aksi teror mengerikan ini bertujuan untuk mengintimidasi dan mengganggu keluarga ini sangat menjijikkan. Tidak ada alasan untuk perilaku premanisme seperti itu," tegas Mike Huckabee.

Militer Israel (IDF) mengklaim telah membongkar dua pos luar (outpost) ilegal, menahan seorang warga Israel, serta menyita sejumlah peralatan di perbatasan Qusra dan Jalud. Namun, penanganan militer terhadap aksi pemukim dinilai lambat dan sering kali mengorbankan warga lokal.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat eskalasi kekerasan di Tepi Barat telah merenggut nyawa 76 warga Palestina sepanjang tahun ini akibat tindakan pasukan Israel maupun pemukim. Selain itu, PBB melaporkan bahwa sekitar 3.800 warga Palestina telah terpaksa mengungsi akibat gelombang kekerasan pemukim, penggusuran, dan pembongkaran rumah. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |