Tiga Helikopter Chinook Jepang Tiba di Kalbar Bantu Padamkan Karhutla

1 week ago 9
Tiga Helikopter Chinook Jepang Tiba di Kalbar Bantu Padamkan Karhutla Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.(Dok BNPB)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga helikopter angkut berat jenis Chinook milik Jepang telah tiba di Kalimantan Barat. Kehadiran armada udara ini ditujukan untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa bantuan tersebut tiba bersama kapal armada JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, pada Kamis (10/9/2026).

"Saat ini bisa kami update, kapal armada dan personel Jepang, nama kapalnya itu adalah JS Kunisaki, lokasi sandar adalah di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, tepatnya pada hari Kamis, 10 September 2026, serta membawa peralatan tiga helikopter angkut berat jenis Chinook," ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta.

Dukungan Personel dan Uji Terbang

Selain membawa tiga helikopter, kapal JS Kunisaki juga mengangkut sekitar 180 hingga 300 personel Jepang yang akan mendukung penuh operasi penanganan karhutla. Berton memastikan bahwa rencana operasi telah dimatangkan, termasuk melalui serangkaian uji terbang.

Saat ini, proses uji terbang helikopter Chinook tersebut sedang berlangsung di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. "Tentu rencana operasi sudah dimatangkan secara benar dan uji terbang sedang dilaksanakan saat ini di Bandara Supadio," tambahnya.

Metode Water Bombing dan Prioritas Lokasi

Ketiga helikopter Chinook ini akan difokuskan untuk melakukan pemadaman dari udara dengan metode water bombing. Berdasarkan jadwal, operasi pemadaman direncanakan mulai berjalan pada Jumat (11/9) atau Sabtu (12/9), bergantung pada hasil uji coba di lapangan.

Pemerintah dan tim teknis Jepang masih memerlukan waktu sekitar satu hingga dua hari untuk berkoordinasi guna menentukan titik lahan yang menjadi prioritas pemadaman. Penentuan lokasi ini sangat krusial agar penggunaan armada angkut berat tersebut efektif dalam menekan sebaran titik api.

Durasi Misi: Bantuan helikopter dan personel dari Jepang ini dijadwalkan menjalankan misi kemanusiaan selama 21 hari untuk memperkuat tim gabungan Satgas Karhutla yang sudah bekerja di lapangan.

Kehadiran bantuan internasional ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh Satgas Darat, sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan di wilayah Kalimantan. (RO/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |