Tim gabungan PPU saat padamkan lahan gambut yang terbakar(Dok. BPBD PPU)
TIM Gabungan berjibaku memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kawasan gambut mencapai 4 hektare di RT. 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) terjadi pada Minggu (9/8) sore, api baru berhasil dikuasai sekitar pukul 00.15 Wita.
TIM Gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Tim Pammat Satuan Samapta Polres PPU, TNI, Dinas Pertanian, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU dan warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, kepada Media Indonesia, Senin (10/9) membeberkan, laporan kejadian Karhutla itu diterima pihaknya pada Minggu sore sekitar pukul 17.08 Wita, di mana material yang terbakar adalah jenis lahan gambut dengan semak belukar dan pepohonan di atasnya dengan luas Karhutla 4 hektare lebih.
“Kebakaran itu pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar lokasi, langsung mendapat respon dari tim gabungan. Namun karena yang terbakar adalah gambut maka api semakin membesar dan merembet lokasi lainnya yang merupakan lahan kosong tidak terdapat pemukiman warga,” bebernya.
Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman dengan mengerahkan satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres PPU, didukung mobil pemadaman DPKP, mobil tangki air BPBD, satu unit kendaraan Ranger BPBD, serta satu unit mobil suplai air Distan PPU.
Api sulit dipadamkan karena material yang terbakar adalah gambut kering sehingga pemadaman harus dilakukan secara maksimal, dengan mengerahkan puluhan personel serta beberapa mobil tangki termasuk kendaraan.
”Karhutla baru bisa kami kuasai sekitar pukul 00.15 Wita, setelah tim gabungan berupaya keras melakukannya pemadaman dengan cara penyekatan, penyemprotan air dan kemudian pendinginan pada sejumlah titik yang masih terdapat bara api untuk memastikan kobaran tidak meluas serta mencegah api kembali muncul,” tegasnya.
Sementara itu, lanjutnya, pada Senin pagi hari ini tim gabungan masih mendapati banyak titik asap gambut yang berpotensi menjadi titik api dan tersebar merata di lokasi Karhutla. Sehingga pihaknya masih melakukan proses lanjutan pendinginan di lokasi Karhutla itu menggunakan mobil tangki air dan mesin portable.
Dikatakan, terkait dengan penyebab terjadi Karhutla, hingga kini masih dalam penyelidikan polisi. Namun diketahui bahwa lahan yang terbakar milik warga bernama Yunus tinggal di Kelurahan Nenang, Penajam.
Sementara itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara ,melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak.
Ia mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena api dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.
Ditegaskannya, Polres PPU, bersama seluruh unsur terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap setiap potensi Karhutla guna melindungi masyarakat, lingkungan, serta mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
Syaifudin mengungkapkan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan polisi. Ia juga mengajak, seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah Karhutla.
“Kepedulian dan kewaspadaan sejak dini menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten PPU,” pungkasnya. (H-2)

















































