Karhutla terus terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.(Dok.BPBD Kalsel)
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan terus berlangsung dan semakin parah. Senin (10/8), kebakaran merambah kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Basirih Kota Banjarmasin.
"Kawasan TPA Basirih mengalami kebakaran tetapi sudah berhasil diatasi," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, Senin (10/8), di sela-sela kegiatan Rakor Karhutla di Markas Polda Kalsel, di Banjarbaru.
Kebakaran TPA Basirih, TPA terbesar di Kalsel ini terjadi sekitar pukul 11.40 wita dan api baru bisa dipadamkan pukul 13.30 wita. Petugas lapangan TPA melaporkan kejadian kebakaran tergolong skala kecil di area landfill Zona 4 UPTD TPAS Basirih.
Sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran diturunkan untuk memadankan api. Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem dan kekeringan yang melanda area landfill. Mengingat vegetasi di Zona 1–6 saat ini dalam keadaan yang sangat mengering, tingkat kerentanan area terhadap timbulnya titik api (hotspot) menjadi sangat tinggi.
Untuk mengantisipasi kebakaran berulang, pihak UPTD TPAS Basirih bersama pemadam kebakaran (BPK) melakukan piket jaga malam. Tidak hanya TPAS Basirih, kawasan hutan seperti Taman Hutan Raya Sultan Adam juga dilaporkan mulai terbakar.
Pada bagian lain, Karhutla telah berdampak terjadinya serangan kabut asap di sejumlah wilayah di Kalsel. Kota Banjarbaru menjadi daerah terparah dilanda kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, mengatakan kasus ISPA terus meningkat. Secara kumulatif, kasus ISPA dan Pnemonia di Banjarbaru sejak Januari hingga Juli 2026 mencapai 21.323 kasus. Warga dihimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan. (E-2)

















































