Para ahli melakukan survei lapangan di dekat danau bendungan alami yang terbentuk di hulu Pelabuhan Gyirong di Gyirong County, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, Jumat (28/8/2026).(XINHUA/Iigme Dorje)
PEMERINTAH Tiongkok secara tegas membantah tuduhan penyensoran terhadap video yang memperlihatkan kondisi banjir bandang dan longsoran lumpur di Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonom Xizang, yang berbatasan dengan Nepal. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menegaskan bahwa pihaknya telah bersikap transparan dalam merilis informasi terkait bencana tersebut.
"Operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan intensif masih berlangsung secara tertib. Tiongkok telah terbuka, transparan, dan tepat waktu dalam merilis informasi sehingga fitnah dan disinformasi sangat tidak diperlukan," ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (31/8).
Data Korban dan Skala Bencana
Hingga enam hari pascabencana (Senin, 31/8), jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsoran lumpur di wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok telah meningkat. Selain itu, hampir 4.800 orang dinyatakan hilang, termasuk 853 warga negara asing (WNA).
| Korban Meninggal Dunia | 903 | 16 |
| Orang Hilang (Total) | 4.247 | 546 |
| WNA yang Hilang | 590 | 261 |
Di sisi Nepal, daftar orang hilang (yang diperbarui 1/9/2026, 09.24.29 WIB) mencakup 933 personel stasiun pembangkit listrik tenaga air, 127 wisatawan domestik, serta puluhan personel keamanan dari kepolisian dan tentara Nepal.
Penyebab Bencana dan Bantuan Kemanusiaan
Tiongkok membantah spekulasi bahwa bencana ini dipicu oleh proyek konstruksi pembangkit listrik tenaga air. Berdasarkan analisis ahli dari kedua negara, tanah longsor dipicu oleh runtuhnya gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, pada ketinggian 5.200 meter pada Rabu (26/8). Runtuhan ini memicu aliran puing besar yang menerjang wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, Lembah Kathmandu, hingga menimbun wilayah perbatasan Gyirong.
Sebagai bentuk solidaritas, Pemerintah Tiongkok telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nepal, meliputi:
- Bantuan tunai darurat dan 50 ton logistik gelombang pertama ke Kathmandu.
- Pengerahan dua tim ahli penyelamatan terowongan.
- Berbagi data citra satelit, hidrologi, dan peringatan dini danau penghalang di hulu.
- Pengerahan lebih dari 2.100 personel penyelamat dengan ratusan kendaraan di wilayah terdampak.
Guo Jiakun menambahkan bahwa seluruh warga negara Tiongkok yang berhasil dihubungi di daerah bencana telah dipindahkan ke lokasi aman. Saat ini, fokus utama tetap pada pencarian korban hilang dan pencegahan bencana sekunder melalui koordinasi erat antara Beijing dan Kathmandu. (Ant/I-1)


















































