Tiongkok Kembangkan Simulasi Nuklir untuk Menghancurkan Asteroid yang Mengancam Bumi

6 hours ago 1
Tiongkok Kembangkan Simulasi Nuklir untuk Menghancurkan Asteroid yang Mengancam Bumi Ilustrasi(Doc The times of India)

CHINA telah membuat langkah baru dalam bidang astronomi melalui simulasi yang menunjukkan bahwa asteroid yang berpotensi mengancam Bumi dapat dihancurkan menggunakan ledakan nuklir berkekuatan sekitar 200 kali bom atom Hiroshima. 

Temuan tersebut menjadi salah satu upaya terbaru dalam pengembangan sistem pertahanan planet untuk menghadapi potensi ancaman asteroid di masa depan. 

Seberapa bahaya Asteroid?

Asteroid merupakan sisa batuan yang tertinggal dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. 

Menurut NASA, asteroid dan komet yang memiliki orbit hingga mendekati Bumi dikenal sebagai Near-Earth Objects (NEO), yaitu objek yang mengorbit dalam jarak sekitar 30 juta mil (48 juta kilometer) dari orbit Bumi atau sekitar sepertiga jarak antara Bumi dan Matahari. 

Sementara itu, sebuah asteroid dikategorikan sebagai Potentially Hazardous Asteroid (PHA) apabila orbitnya berada dalam jarak sekitar 4,6 juta mil (7,5 juta kilometer) dari orbit Bumi dan memiliki diameter sekitar 460 kaki (140 meter) atau lebih besar. 

Menurut NASA, asteroid berdiameter sekitar 10 meter dapat menimbulkan bola api terang dan gelombang kejut yang mampu memecahkan kaca. 

Sementara itu, asteroid berukuran 50 meter dapat menyebabkan kerusakan di tingkat lokal. 

Jika diameternya mencapai 140 meter atau lebih, dampaknya dapat menimbulkan kawah besar serta korban jiwa di wilayah yang luas. 

Adapun asteroid berukuran sekitar 1 kilometer berpotensi memicu kehancuran berskala global, sedangkan asteroid berdiameter sekitar 10 kilometer dapat menyebabkan kepunahan massal. 

China mengembangkan simulasi untuk menghancurkan asteroid

China mengembangkan simulasi sebagai bagian dari upaya pertahanan planet (planetary defense). 

Penelitian yang dipimpin Xiaowei Wang dari China Academy of Launch Vehicle Technology menguji berbagai strategi penggunaan perangkat nuklir untuk menghancurkan atau membelokkan lintasan asteroid apabila suatu saat terdeteksi mengarah ke Bumi. 

Peneliti China mengusulkan metode yang melibatkan dua wahana antariksa yang bekerja secara berurutan. Wahana pertama bertugas menabrakkan penetrator logam berkecepatan tinggi ke permukaan asteroid guna menciptakan rongga yang cukup dalam.

Setelah itu, wahana kedua akan mengirimkan perangkat nuklir ke dalam lubang tersebut sebelum diledakkan. Menurut tim peneliti, peledakan di bawah permukaan asteroid memungkinkan lebih banyak energi ledakan diserap oleh batuan dibandingkan terlepas ke luar angkasa. 

Dengan cara tersebut, daya hancur terhadap asteroid menjadi lebih besar dibandingkan jika perangkat nuklir diledakkan di permukaan. Berdasarkan hasil simulasi, ledakan nuklir berkekuatan 3 megaton atau setara sekitar 200 bom atom Hiroshima mampu menghancurkan asteroid berdiameter sekitar 100 meter. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa menempatkan perangkat nuklir sekitar 30 meter di bawah permukaan asteroid dapat meningkatkan perubahan kecepatan asteroid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan ledakan yang dilakukan di dekat permukaan.

Meski hanya sebuah simulasi para peneliti menilai pendekatan tersebut berpotensi menjadi salah satu opsi darurat dalam sistem pertahanan planet (planetary defense) untuk menghadapi objek-objek besar di dekat Bumi, terutama ketika metode pencegahan konvensional dinilai tidak lagi memadai. 

Sumber: NASA, Space, The Times of India

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |