Tiongkok Tetapkan Standar Akurasi Indikator Kesehatan Baterai EV

1 day ago 11
Tiongkok Tetapkan Standar Akurasi Indikator Kesehatan Baterai EV Tempat pengisian baterai kendaraan listrik.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Tiongkok resmi mengungkap rincian persyaratan implementasi standar nasional terbaru, GB/T 46991.1-2025, yang mengatur tingkat akurasi dan daya tahan sistem tampilan kesehatan baterai untuk kendaraan listrik (EV) penumpang ringan.

Melansir laporan Carnewschina pada Senin (3/8) waktu setempat, dokumen ini menetapkan batas toleransi perbedaan antara status energi baterai kendaraan listrik yang tersedia (available energy) pada panel instrumen kendaraan dengan hasil pengukuran fisik sebenarnya. Standar ini dikembangkan di bawah arahan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) serta Administrasi Standardisasi China (SAC), dengan dukungan teknis dari tim ahli yang dipimpin oleh Yu Yang.

Akurasi SOCE dan Virtual Mileage

Salah satu poin krusial dalam standar ini adalah pengaturan State of Available Energy (SOCE). Berbeda dengan State of Charge (SOC) yang menunjukkan sisa energi saat berkendara, SOCE mencerminkan kemampuan baterai mempertahankan kapasitas jangka panjang dibandingkan saat kondisi baru.

Sesuai ketentuan GB/T 46991.1-2025, penyimpangan relatif antara nilai SOCE yang ditampilkan di layar kendaraan dengan hasil pengukuran fisik tidak boleh melebihi lima persen.

Selain itu, standar ini memperkenalkan konsep Virtual Mileage. Istilah ini merujuk pada konversi konsumsi energi di luar aktivitas berkendara normal—seperti penggunaan aksesori saat parkir atau sistem kendaraan yang tetap aktif—menjadi jarak tempuh ekuivalen. Untuk indikator ini, penyimpangan relatif yang diizinkan maksimal hanya tiga persen dibandingkan hasil pengukuran sebenarnya.

Target Daya Tahan Baterai

Dokumen tersebut juga memberikan acuan retensi SOCE minimum berdasarkan usia dan jarak tempuh kendaraan sebagai standar evaluasi daya tahan:

Usia Kendaraan Jarak Tempuh Acuan Minimum SOCE
5 Tahun 100.000 km ≥ 82%
8 Tahun 160.000 km ≥ 75%
10 Tahun 200.000 km ≥ 70%

Sebagai ilustrasi, baterai dengan kapasitas awal 100 kWh wajib memiliki sisa energi minimal 82 kWh setelah pemakaian lima tahun atau jarak 100.000 km agar sesuai dengan persyaratan evaluasi ini.

Konteks Regulasi dan Dampak Pasar

Perlu dicatat bahwa GB/T 46991.1-2025 merupakan standar nasional yang bersifat rekomendasi, bukan regulasi keselamatan wajib (seperti GB 38031-2025 yang mengatur thermal runaway). Oleh karena itu, tidak ada sanksi administratif atau kewajiban penarikan kembali (recall) bagi kendaraan yang melampaui batas penyimpangan tersebut.

Meski demikian, standar ini diprediksi akan menjadi acuan vital bagi pasar kendaraan listrik bekas. Dengan adanya metode pengukuran SOCE dan Virtual Mileage yang konsisten, konsumen dan penyedia jasa garansi memiliki dasar yang lebih kuat untuk menilai nilai sisa (residual value) sebuah EV serta mengevaluasi dampak kebiasaan pengisian daya, seperti penggunaan fast charging, terhadap penuaan baterai. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |