Titik Api Baru Karhutla Ditemukan di Kawasan IKN, Patroli Udara Ditingkatkan

4 hours ago 3
Titik Api Baru Karhutla Ditemukan di Kawasan IKN, Patroli Udara Ditingkatkan Tim patroli udara gabungan saat melaksanakan kegiatan di atas kawasan IKN.(Dok. Humas Polda Kaltim)

TIM patroli udara gabungan menemukan sejumlah kepulan asap dan titik api baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (10/9). Temuan ini didapat saat tim melakukan pemantauan udara untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah calon ibu kota baru Indonesia tersebut.

Operasi pemantauan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari Otorita IKN, Polda Kalimantan Timur, TNI Angkatan Udara, Kodam VI/Mulawarman, BNPB, BMKG, hingga BIN. Patroli menggunakan Helikopter Caracal H225M dari Skuadron 8 Atang Sandjaja Bogor, yang juga disiapkan untuk mendukung operasi pencerahan air (water bombing).

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Sopandi, menjelaskan pemantauan menyisir sejumlah wilayah strategis, mulai dari Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, Wonotirto, Muara Jawa, hingga kawasan Bukit Tengkorak di Tahura Bukit Soeharto.

Dari hasil pemantauan udara tersebut, kondisi karhutla di lapangan dinilai masih sangat dinamis. Lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda kebakaran kini kembali memunculkan kepulan asap dan titik api baru.

Fokus Penanganan Seluruh Unsur Terkait

Kondisi ini menjadi perhatian serius Polri dan seluruh unsur yang terlibat. Munculnya titik api baru membuktikan bahwa hilangnya asap di suatu lokasi tidak menjamin area tersebut bebas dari risiko kebakaran susulan. Oleh karena itu, pengawasan secara berkelanjutan terus dilakukan agar setiap indikasi api dapat segera direspons.

Di kawasan Wonotirto dan Muara Jawa, termasuk area sekitar perkebunan sawit, tim menemukan kepulan asap baru. Hal serupa juga terpantau di kawasan Bukit Tengkorak, yang pada hari sebelumnya tercatat nihil asap.

Tedy menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pemantauan yang tidak terputus. Karakteristik kebakaran hutan yang dinamis membuat petugas tidak boleh lengah meski asap sudah tidak terlihat secara visual.

"Sudah tidak ada asap bukan berarti sudah selesai. Jadi harus secara kontinyu dimonitoring, pengamatan serta langkah tindakan," ujar Tedy dalam keterangan resminya, Jumat (11/9).

Selain kepulan asap, patroli juga mendeteksi titik api pada area lahan yang sebelumnya telah dibuka atau ditebang. Terhadap temuan tersebut, seluruh tim masih melakukan pendalaman di lapangan dan tidak langsung menyimpulkan penyebab munculnya api.

Langkah Terpadu Darat dan Udara

Data hasil pemantauan udara ini akan dijadikan acuan oleh Polda Kaltim dan unsur terkait untuk menentukan prioritas penanganan. Strategi yang diterapkan mencakup pengerahan tim darat serta dukungan pemadaman udara, seperti pembasahan lahan dan water bombing di titik-titik krusial.

"Berdasarkan data monitoring tersebut ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan ada yang bisa dilakukan dari sisi darat," jelas Tedy.

Hasil patroli ini selanjutnya dibahas dalam briefing bersama antara TNI, Polri, BNPB, TNI AU, dan Otorita IKN guna memetakan wilayah prioritas yang membutuhkan penanganan cepat.

Tercatat 93 Kejadian Karhutla di IKN

Berdasarkan data Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN periode 1-9 September 2026, terdeteksi sebanyak 275 titik panas (hotspot) di wilayah deliniasi IKN. Rinciannya, 9 hotspot berada pada tingkat kepercayaan rendah, 262 tingkat sedang, dan 4 tingkat tinggi.

Pada rentang waktu yang sama, tercatat 93 kejadian karhutla dengan total luas area terdampak mencapai 552,24 hektare. Beberapa titik lokasi yang mengalami kebakaran antara lain Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, Bukit Merdeka, Bukit Tengkorak, dan Sukaraja.

Polda Kaltim terus memperkuat langkah deteksi dini, pemantauan, serta respons cepat terhadap setiap laporan karhutla. Sinergi lintas instansi dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah sebaran api yang lebih luas.

"Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api kepada petugas kepolisian maupun unsur terkait," pungkas Tedy. (Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |