Tolak Rencana Damai Donald Trump, Israel Terus Serang Gaza

6 hours ago 5
Tolak Rencana Damai Donald Trump, Israel Terus Serang Gaza Serangan Israel ke Gaza.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Israel secara resmi menyampaikan keberatan kepada Amerika Serikat terkait rencana pengakhiran perang Jalur Gaza yang diusung Presiden Donald Trump. Meski Trump memuji rencana tersebut sebagai langkah besar, Israel tetap melanjutkan serangan militer di wilayah Palestina tersebut.

Ketegangan itu menandakan ada keretakan terbaru antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu, yang tengah menghadapi pemilihan ulang yang sulit pada Oktober mendatang, selama ini sangat menonjolkan kedekatannya dengan pemimpin AS tersebut.

Ketidaksesuaian Posisi Israel

Kantor Perdana Menteri Israel menuntut pelucutan senjata Hamas yang lebih konkret. Meskipun Hamas pada Jumat menyatakan kesediaan untuk menyerahkan senjata kepada komite pemerintahan Palestina yang baru di bawah rencana Trump, Israel tetap skeptis.

"Israel menyampaikan komentar dan kekhawatirannya mengenai kerangka kerja yang diusulkan kepada rekan-rekan Amerika kami. Versi yang dipublikasikan tidak mencerminkan posisi Israel," ujar Doron Spielman, juru bicara kantor perdana menteri, kepada AFP.

Spielman menambahkan bahwa intelijen Israel menemukan bukti bahwa Hamas mempersenjatai diri kembali dan merekrut pasukan sejak gencatan senjata yang diumumkan Trump pada Oktober lalu. Meskipun kekerasan berkurang, Israel masih menguasai lebih dari 60 persen Jalur Gaza. Otoritas Gaza melaporkan lebih dari 1.200 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata tersebut, sementara militer Israel kehilangan lima tentara dan satu kontraktor sipil.

Tuntutan Demiliterisasi Penuh

Donald Trump menyebut langkah pelucutan senjata Hamas sebagai tonggak sejarah utama untuk mengakhiri perang yang dipicu oleh serangan 7 Oktober 2023. Trump mengeklaim Israel sangat senang dengan perkembangan ini. Namun Netanyahu belum memberikan pernyataan publik secara langsung.

Juru bicara Netanyahu menegaskan bahwa tindakan Hamas menunjukkan persiapan untuk, "Pembantaian gaya 7 Oktober lain." Israel menekankan bahwa visi Board of Peace Trump yang menginginkan Gaza menjadi zona bebas teror yang terderadikalisasi sangat kontras dengan realitas saat ini.

"Langkah pertama yang sangat diperlukan menuju pengaturan permanen adalah demiliterisasi Hamas yang asli, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah," tegas juru bicara tersebut. "Apa pun yang kurang dari demiliterisasi penuh akan membiarkan Hamas memiliki kemampuan untuk mengancam Israel lagi."

Serangan Terus Berlanjut

Di tengah perdebatan diplomatik, situasi di lapangan tetap memanas. Pejabat keamanan di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel sejak Minggu (2/8) pagi menewaskan 19 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan pada Sabtu (1/8) juga dilaporkan menghancurkan pasokan medis dalam jumlah besar.

Militer Israel berdalih serangan tersebut menargetkan depot senjata dan pejuang Hamas yang bersembunyi di infrastruktur sipil. Mereka juga mengidentifikasi dua orang yang tewas pada Sabtu sebagai pihak yang merencanakan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Israel.

Divergensi Diplomatik

Ketegangan itu juga melibatkan tokoh politik Palestina, Mohammad Dahlan, yang mengeklaim telah berkomunikasi dengan menantu Trump, Jared Kushner. Dahlan awalnya menyebut serangan akan berhenti pada hari Minggu. 

Namun kemudian merevisi pernyataannya bahwa Kushner sedang berupaya menghentikan serangan tersebut. Dahlan menuduh Netanyahu menghalangi peluang paling menjanjikan untuk mengakhiri perang.

Selain masalah Gaza, Israel juga skeptis terhadap upaya diplomasi Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran yang dimulai sejak akhir Februari. Namun, Presiden Israel Isaac Herzog memberikan pandangan yang lebih optimistis, menyebut upaya Trump membawa visi harapan dengan catatan tegas bahwa Hamas harus dilucuti senjatanya. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |