The Papandayan Jazz Fest 2026 mulai digulirkan, dengan program pertama TP Jazz Universe yang digelar TPJF Management bersama Kota Baru Parahyangan(MI/SUMARIYADI)
ADA yang baru dari penyelenggaraan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026. Salah satunya ialah kehadiran TP Jazz Universe yang akan digelar di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Jumat (4/9).
Konser ini merupakan official pre-event menuju The Papandayan Jazz Fest 2026. Acara ini menjadi kolaborasi pertama antara TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan.
TP Jazz Universe mengangkat tema Greatest Movies Soundtrack. Acara ini diracik Dwiki Dharmawan, dengan menampilkan empat bintang, yakni Dira Sugandi, Dirly Dave, Rimar Calista, dan Sandy Sondoro.
"TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan (KBP) memiliki semangat yang sama, yakni Community Based Development. Sejak awal, KBP dibangun dengan tiga pilar utama, yakni budaya, sejarah dan pendidikan," ungkap Manager Marketing KBP Joseph Ijong Dachlan, saat hadir dalam Press Conference The Papandayan Jazz Fest 2026 di Hotel Papandayan, Bandung, Kamis (3/9).
Konser kali ini, lanjutnya, merupakan salah satu pengejawantahan semangat budaya. Kini, KBP bertransformasi dengan tiga pilar utama barunya, yakni Mandiri, Madani dan Alami.
KBP, lanjut dia, ingin menghadirkan ruang yang mendorong masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan menciptakan pengalaman bersama.
"Melalui kolaborasi dengan TP Jazz Management, kami melihat bagaimana musik dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut, menghadirkan nilai budaya sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat," tandasnya.
KESAMAAN VISI
Sementara itu, Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldi, mengakui kemitraan ini dibangun atas dasar kesamaan visi dalam menjaga nilai budaya melalui pendekatan yang relevan dengan generasi masa kini.
"The Papandayan Jazz Fest selalu percaya bahwa jazz bukan hanya sebuah genre musik, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya. Kami melihat semangat yang sama di Kota Baru Parahyangan, yang sejak awal dibangun dengan penghargaan terhadap sejarah, budaya dan kualitas hidup masyarakat," tandasnya.
Karena itu, kolaborasi ini terasa sangat alami. Konser ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan yang mempertemukan musik, ruang, dan masyarakat dalam satu pengalaman yang bermakna.
Mengusung tema Greatest Movie Soundtrack, konser ini akan menghadirkan interpretasi baru atas berbagai lagu ikonik dari film-film legendaris nasional dan internasional melalui sentuhan jazz yang kaya akan improvisasi dan eksplorasi musikal.
"Saya yakin banyak di antaranya kita yang tumbuh bersama film. Karena itu, banyak orang yang memiliki ikatan sejarah dengan The Movie Soundtrack," ungkap musisi Dwiki Dharmawan yang akan tampil dalam konser ini.
Dwiki tidak sendiri. Dia akan tampil bersama Dira Sugandi, Dirly Dave, Rimar Calista, dan Sandy Sondoro.
"Bagi saya, keempat penyanyi ini sangat istimewa. Mereka memiliki kemampuan menyanyi yang luar biasa, dan memiliki soul saat membawakan lagu," tandasnya.
KONSISTENSI TP JAZZ FEST
Dwiki bukan musisi yang asing bagi TP Jazz Fest. Dalam perjalanannya selama 11 tahun terakhir, Dwiki banyak terlibat.
"Saya harus akui, TP Jazz Fest sangat konsisten. Selama 11 tahun, Hotel Papandayan tidak hanya sekadar berbisnis, tapi juga mampu menjadi pusat pengembangan budaya, termasuk yang datang dari mancanegara, seperti jazz ini," paparnya.
Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldi, mengungkapkan penyelengaraan ke-11 tahun ini memiliki semangat yang sama dengan ketika TP Jazz Fest diluncurkan.
"Ketika melahirkannya bersama Harry Pochangt dan Vence Manuhutu, niat kami ialah memberi wadah bagi keberlangsungan musisi jazz dari Kota Bandung. Mendukung mereka berkiprah di tingkat nasional, bahkan bisa menjadi duta Indonesia di level internasional," paparnya.
Tahun ini, program baru diluncurkan dalam rangkaian TP Jazz Fest, yakni TP Jazz Universe. Ini ialah program untuk mewadahi seni budaya, lintas genre musik.
"Kami punya keyakinan budaya yang berkelanjutan harus dibina dari sekarang," tandasnya.
Tahun ini The Papandayan Jazz Fest (TPJF) akan digelar pada 3–4 Oktober 2026 di The Papandayan Hotel Bandung. Festival mengusung tema "Sound to the Soul".
TPJF 2026 akan menghadirkan pengalaman festival melalui enam panggung tematik, lebih dari 100 penampil, lebih dari 30 booth kuliner dan lifestyle. Ada empat panggung dengan nama baru, tahun ini, guna mewadahi para pendukung kegiatan, yakni Mojang Jajaka Stage, BRI Stage, Ron88 Stage dan Kota Baru Parahyangan Stage.
"Mengusung konsep bazaar, TP Jazz Fest juga menghadirkan Pasar Jazz yang merangkul UMKM. Kami akan menghadirkan beragam pilihan kuliner serta produk dan aktivitas seputar hobi yang dapat dinikmati pengunjung di sela-sela pertunjukan," ungkap Event Director TP Jazz Management, Tyagita R Hermawan.
Sejumlah musisi jazz kenamaan dipastikan akan meramaikan TPJF 2026. Pada hari pertama, ada Dadaks, SND, Arumtala, SFG, SimakDialog, Barry Likumahuwa feat. Ambon Jazz Rock, Batavia Collective, Lalahuta feat. Rieka Roslan, Smoove, Diskoria feat. Andien, Ruth Sahanaya, serta The Gentlemen's Club yang diperkuat oleh Adikara, Teza Sumendra, dan Bilal Indrajaya dalam tema “Tribute to Koes Plus”.
Sementara pada hari kedua, TPJF 2026 akan menghadirkan 5 Petani, Barry Likumahuwa feat. TPJC Winner Players, Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz, T-Five x Melly Mono, Freedom Jazz Society yang terdiri dari Winky Wiryawan, Kenny Gabriel, Jevin Julian, Greybox dan Rinni Wulandari, serta special project Dwiki Dharmawan feat. Dira Sugandi, Dirly Dave & Bandung Jazz Orchestra dalam tema “A night of Frank Sinatra”.
Sejumlah musisi akan terlibat dalam Tribute to Koes Plus serta A Night of Frank Sinatra.
Publik yang hendak merasakan kebersamaan dalam jazz bisa mendapatkan tiket melalui program Pay-Day Sale. Program ini berlangsung pada 25–31 Agustus 2026. Kemudian disusul dengan program Flash Sale 9.9 yang akan hadir secara eksklusif pada 9 September 2026.


















































