TPS Liar Jadi Ancaman, Anggota DPRD Desak Penanganan Serius

1 day ago 10
TPS Liar Jadi Ancaman, Anggota DPRD Desak Penanganan Serius Ilustrasi(Dok Istimewa)

INSIDEN kebakaran tumpukan sampah yang menelan korban jiwa dari unsur petugas pemadam kebakaran menjadi peringatan keras bahwa persoalan sampah di Jakarta tidak lagi sekadar isu kebersihan, tetapi telah berkembang menjadi persoalan keselamatan publik. Anggota Komisi D DPRD Fraksi PKS DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jakarta.

Menurut Nabilah, keberadaan TPS liar yang terus bermunculan menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di tingkat wilayah. Kondisi tersebut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran, gangguan kesehatan, hingga mengancam keselamatan petugas dan masyarakat.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya petugas pemadam yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius. Sampah yang dibiarkan menumpuk di TPS liar bukan hanya mengotori kota, tetapi dapat berubah menjadi ancaman yang merenggut nyawa,” ungkap Nabilah dilansir dari keterangan resmi, Selasa (4/8). 

Nabilah menilai penanganan TPS liar tidak cukup dilakukan melalui pembersihan sesaat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memperkuat regulasi, memperjelas mekanisme penindakan, serta meningkatkan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berulang kali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

Ia juga mendorong agar setiap kecamatan memiliki sistem deteksi dan penanganan cepat terhadap potensi munculnya TPS liar, disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang dan memilah sampah pada tempat yang telah disediakan.

"Selama masyarakat masih membuang sampah  berulang. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu, diperkuat di tingkat wilayah, dan diiringi penegakan aturan yang konsisten,” ujar Nabilah.

Selain itu, Nabilah meminta perhatian terhadap aspek keselamatan kerja petugas pemadam kebakaran dan petugas kebersihan yang berada di garis depan penanganan kondisi darurat. Menurutnya, mereka harus didukung dengan perlengkapan, standar operasional, dan mitigasi risiko yang memadai.

"Jangan sampai pengorbanan para petugas hanya kita kenang sebagai musibah. Kehadiran negara harus terlihat melalui penguatan regulasi, pengawasan yang lebih tegas, dan sistem pengelolaan sampah yang benar-benar mampu melindungi masyarakat maupun para petugas di lapangan,” lanjutnya.

Nabilah menegaskan bahwa Jakarta tidak bisa mewujudkan cita-cita sebagai kota global apabila persoalan mendasar seperti TPS liar dan tata kelola sampah masih terus menimbulkan korban. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan lingkungan, bukan sekadar berkurangnya volume sampah yang diangkut.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |