Transparansi KDM Menular ke ASN Jabar, Laporkan Kinerja Langsung ke Masyarakat

4 days ago 2
Transparansi KDM Menular ke ASN Jabar, Laporkan Kinerja Langsung ke Masyarakat Sekda Jawa Barat Herman Suryatman bersama Analis SDM Aparatur Ahli Pertama Pemprov Jawa Barat Muhammad Budi Setyawan merundingkan masalah yang timbul di lapangan.(ISTIMEWA)

SEJAK menjabat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terus menggaungkan budaya keterbukaan. Sikap itu, kini sudah menular hingga ke level staf birokrasi.

Salah satunya ialah mempertanggungjawabkan progres pekerjaan mereka secara langsung kepada publik. Jadi, para aparatur sipil negara tidak lagi hanya bekerja di balik meja.

Jika sebelumnya dokumentasi lapangan, laporan progres, hingga evaluasi program identik dilakukan langsung oleh KDM melalui media sosial pribadinya, pola serupa kini mulai diterapkan di lingkungan birokrasi Pemprov Jabar. Laporan kinerja ASN Jabar di lapangan, kini disertai dengan video yang kemudian diunggah di akun resmi milik pemerintah.

Salah satunya dalam proses penataan kawasan pasca pembongkaran bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL), di sepanjang Jalan Radjiman, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Perkembangan terbaru penataan kawasan itu dilaporkan secara langsung oleh Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama Pemprov Jawa Barat Muhammad Budi Setyawan berupa video.

Tim Sekretaris Pribadi Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman, itu, diminta langsung atasannya untuk melaporkan perkembangan penataan kawasan Jalan Radjiman.

Sekda Jabar meminta agar setiap pekerjaan dilaporkan secara langsung berupa video, termasuk laporan penataan di kawasan Jalan Radjiman. Bahkan laporan tersebut diunggah sendiri oleh Sekda Jabar, di akun media sosial pribadinya, @hermansuryatman supaya publik langsung mengetahui perkembangannya.

"Awalnya kaget. Tapi akhirnya termotivasi, karena Pak Sekda ingin kami semua, ASN di lingkungan Pemprov Jabar memberikan laporan langsung secara real time," ungkap Budi, Minggu (2/8).


KOLABORASI


Menurut dia, penataan ini merupakan kegiatan kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung. Saat ini, penataan memasuki fase pertama yang berfokus pada pembenahan infrastruktur dasar kawasan.

Pekerjaan meliputi penertiban kabel udara yang semrawut, pembukaan saluran drainase yang selama bertahun-tahun tertutup bangunan liar, pengerukan sedimentasi, perbaikan dinding saluran air, revitalisasi paving block, hingga penataan ruang milik jalan (rumija) dan trotoar.

Pemprov Jabar, kata Budi, menargetkan kawasan tersebut tidak hanya bersih dari bangunan liar, tetapi juga memiliki wajah baru yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.

"Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan pengecatan trotoar menggunakan konsep warna yang akan ditetapkan kemudian agar menghadirkan wajah kawasan yang lebih aman, sehat, resik dan indah (ASRI)," tandasnya.

Gerakan penataan kawasan tidak berhenti pada intervensi pemerintah. Lingkungan sekitar juga mulai terlibat aktif dalam proses pembenahan ruang publik.

"SMA Kristen Bandung yang ada di kawasan Jalan Radjiman juga menyatakan kesiapan untuk turut mempercantik area depan sekolah melalui pemasangan paving block tambahan dan pengecatan yang diselaraskan dengan konsep penataan kawasan yang sedang dijalankan pemerintah," ungkapnya.

Sekda Jabar, lanjut Budi juga berpesan, jika ASN tidak lagi hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membuka ruang pengawasan publik melalui dokumentasi, agar laporan dapat diakses masyarakat. Ini merupakan bentuk transparansi yang menjadi budaya di birokrasi Jawa Barat.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |