Ilustrasi(Anadolu)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Teheran akan menghadapi serangan militer Amerika Serikat dalam waktu dekat jika jalur pelayaran strategis tersebut tetap ditutup.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (5/8) waktu setempat, Trump menekankan bahwa Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia, harus kembali beroperasi secepatnya.
"Selat Hormuz akan segera dibuka, atau mereka akan dihantam dengan sangat keras. Setelah itu, selat tersebut juga akan terbuka," tegas Trump.
Progres Kesepakatan Melalui Mediasi Oman
Pernyataan keras ini muncul di tengah kabar bahwa Washington semakin dekat untuk mencapai kesepakatan sementara dengan Iran melalui mediasi Oman. Berdasarkan laporan Axios, Amerika Serikat berharap pengumuman resmi terkait kesepakatan ini dapat dilakukan paling cepat pada Rabu (6/8).
Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran sejauh ini berlangsung positif. Ia menilai Teheran mulai menunjukkan keinginan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu, saat Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Meski merasa optimistis, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan final. "Kami sedang melakukan pembahasan yang sangat baik. Yang terpenting adalah tindakan nyata. Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ujarnya.
Sesaat sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One untuk terbang dari California menuju Las Vegas, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat. "Saya rasa kesepakatan itu bisa terjadi besok atau lusa," ucapnya.
Rancangan Kesepakatan Pelayaran Aman
Laporan Axios yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat dan pejabat kawasan menyebutkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut mencakup pengaturan pelayaran aman selama 60 hari di Selat Hormuz yang berbatasan dengan Oman.
Dalam skema tersebut, poin-poin utama yang diatur antara lain:
- Kapal-kapal yang melintas tidak akan dikenai biaya atau tarif tambahan.
- Masa berlaku kesepakatan dapat diperpanjang apabila implementasi awal berjalan lancar.
- Pengaturan jalur pelayaran terpisah: kapal menuju Teluk Persia menggunakan jalur sisi utara, sedangkan kapal yang keluar melintasi jalur selatan melalui perairan teritorial Oman.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling vital di dunia. Sebagian besar ekspor energi dari kawasan Teluk melewati perairan sempit ini. Gangguan pada jalur ini berpotensi besar mengguncang pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan.

















































