Tumbuh Bersama Nasabah, Bukan Hanya Sebagai Layanan Bertransaksi

3 days ago 2
Tumbuh Bersama Nasabah, Bukan Hanya Sebagai Layanan Bertransaksi Plt. Presiden Direktur Bank Saqu Leka Madiadipoera (kiri) saat secara simbolis menyerahkan bantuan fasilitas kesehatan, berupa alat fisioterapi dan sepeda statis, kepada Yayasan Graha Bina Asuh.(Dok. Bank Saqu)

PERSAINGAN industri bank digital di Indonesia semakin kompetitif seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Nasabah kini tidak hanya membutuhkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga solusi keuangan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan. Mulai dari pengelolaan keuangan sehari-hari, perencanaan masa depan, hingga akses pembiayaan. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi agar mampu mempertahankan daya saing.

Sebagai bank digital yang didukung Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu mengusung berbagai strategi pada 2026 untuk memperkuat posisinya di industri. Perseroan berupaya menghadirkan layanan yang relevan bagi individu, keluarga, maupun pelaku usaha melalui inovasi produk dan pengalaman perbankan digital yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi dengan kebutuhan nasabah.

Selain menyediakan kemudahan transaksi seperti bebas biaya transfer dan administrasi, Bank Saqu juga menawarkan berbagai produk simpanan, antara lain Deposito Reguler dan Busposito, serta solusi pembiayaan melalui Saku Kredit dan Kredit Modal Kerja Bank Saqu Bisnis.

Beragam layanan tersebut diharapkan dapat mendukung perjalanan finansial nasabah sekaligus memperluas jangkauan layanan ke segmen yang lebih luas.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bank Saqu Indonesia Leka Madiadipoera mengutarakan, Bank Saqu ingin menjadi mitra finansial yang dapat terus tumbuh bersama nasabah, bukan hanya sebagai layanan untuk bertransaksi.

Apa saja strategi utama PT Bank Saqu Indonesia pada 2026, dan bagaimana implementasinya dalam pengembangan produk serta layanan?

Di tengah dinamika industri bank digital yang semakin kompetitif, kami melihat pentingnya untuk terus memperkuat relevansi Bank Saqu bagi kebutuhan nasabah. Fokus kami adalah menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan. 

Karena itu, kami terus mengembangkan solusi yang mencakup kebutuhan sehari-hari, perencanaan masa depan, hingga akses pembiayaan. Ini kami terjemahkan melalui pengembangan produk Saku & Tabungmatic yang membantu mengelola keuangan dan membangun kebiasaan menabung. 

Berikutnya Busposito & Deposito Reguler yang akan membantu perencanaan dan pengembangan dana. Lalu ada Saku Kredit yang memberikan akses pembiayaan untuk kebutuhan nasabah. 

Terakhir, Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu Bisnis untuk mendukung kebutuhan usaha yang semakin berkembang, seperti Deposito Reguler, Busposito, Saku Kredit, hingga Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu Bisnis. 

Bank Saqu ingin menjadi mitra finansial yang dapat terus tumbuh bersama nasabah, bukan hanya sebagai layanan untuk bertransaksi.  

Produk atau layanan apa yang menjadi andalan PT Bank Saqu Indonesia saat ini, dan bagaimana respons atau tingkat adopsi nasabah terhadap produk tersebut?

Kami melihat kebutuhan nasabah semakin beragam, sehingga pendekatan kami bukan pada satu produk saja, melainkan membangun rangkaian solusi yang saling melengkapi. 
Untuk kebutuhan sehari-hari, Saku membantu nasabah memisahkan dan mengelola dana berdasarkan kebutuhan, sementara Tabungmatic membantu membangun kebiasaan menabung secara otomatis dari transaksi.

Untuk perencanaan dana, tersedia Busposito dan Deposito Reguler. Untuk kebutuhan pembiayaan, tersedia Saku Kredit, serta Kredit Modal Kerja dari layanan Bank Saqu Bisnis bagi pelaku usaha dengan kebutuhan yang lebih besar. 

Selain produk, kami terus memperkuat kenyamanan bertransaksi, termasuk melalui bebas biaya transfer dan administrasi. 

Bagi kami, ukuran keberhasilan bukan semata-mata pada sebuah produk, tetapi pada seberapa jauh produk tersebut dapat memberikan manfaat dan relevansi bagi nasabah. 

Bagaimana upaya PT Bank Saqu Indonesia dalam meningkatkan jumlah pengguna aktif sekaligus menjaga loyalitas nasabah di tengah persaingan industri bank digital yang semakin ketat?

Pertumbuhan pengguna tentu penting, tetapi kami melihat kualitas hubungan dengan nasabah juga tidak kalah penting. Saat ini didukung oleh kepercayaan lebih dari 3,8 juta nasabah yang memanfaatkan Bank Saqu sebagai mitra finansial untuk mendukung aktivitas usaha dan kebutuhan finansial sehari-hari. 

Karena itu, kami berupaya membangun pengalaman yang konsisten, mulai dari kemudahan penggunaan hingga keamanan dan kenyamanan layanan. 

Kami juga membangun engagement melalui aktivitas dan komunitas yang relevan dengan gaya hidup nasabah. 

Ada Solopreneur Academy yang hingga kini telah diikuti 1.000 peserta, Bank Saqu mendukung pengembangan bisnis para pelaku usaha. Ada pula Sunrise Society yang hadir sebagai culture movement yang mendorong gaya hidup aktif dan sehat secara berkelanjutan. 

Sejak Juli 2025, Sunrise Society telah diikuti lebih dari 2.300 peserta dan menjadi wadah bagi para early risers untuk membangun koneksi, berbagi inspirasi, dan memulai hari dengan aktivitas yang produktif. 

Bagi kami, loyalitas dibangun melalui pengalaman yang konsisten, kepercayaan, dan relevansi. 

Inilah semangat #SelaluBersama: Bank Saqu ingin terus mendampingi perjalanan finansial nasabah, bukan hanya hadir ketika mereka melakukan transaksi. 

Segmen nasabah mana yang menjadi fokus utama PT Bank Saqu Indonesia pada 2026, dan strategi apa yang dilakukan untuk memperluas penetrasi di segmen tersebut?

Kami melihat peluang yang cukup luas karena kebutuhan finansial setiap segmen memiliki karakteristik yang berbeda. Bank Saqu hadir untuk individu dan pelaku usaha, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. 

Karena itu, Bank Saqu menghadirkan solusi sesuai tahap kebutuhan. Memulai dari Saku untuk membantu memisahkan dan mengelola keuangan pribadi maupun usaha, Tabungmatic untuk membangun kebiasaan menabung, Saku Kredit ketika membutuhkan akses pembiayaan, hingga Kredit Modal Kerja dari Bank Saqu Bisnis ketika skala dan kebutuhan usahanya semakin berkembang.

Dengan pendekatan ini, kami berharap dapat terus memperluas jangkauan sekaligus memperdalam hubungan dengan nasabah. 

Bagaimana PT Bank Saqu Indonesia melihat perkembangan digitalisasi perbankan di Indonesia, dan peluang apa yang masih terbuka untuk mendorong pertumbuhan bisnis?

Digitalisasi telah mengubah ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan. Kemudahan bertransaksi saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar. Nasabah sekarang semakin mengharapkan layanan yang bukan hanya praktis, tetapi juga mampu memberikan solusi atas kebutuhan finansial yang lebih luas. 

Di sinilah kami melihat peluang Bank Saqu, bagaimana digital banking dapat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan sehari-hari, mempersiapkan masa depan, sekaligus mendapatkan akses pembiayaan. 

Jadi, bagi kami, digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan pengalaman dan manfaat yang lebih relevan bagi nasabah. 

Apa tantangan terbesar yang dihadapi PT Bank Saqu Indonesia dalam memperkuat posisinya di industri bank digital pada 2026?

Industri yang semakin kompetitif tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, kami melihat kompetisi juga sebagai pemacu untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi layanan. 

Ekspektasi nasabah akan terus berkembang, sehingga kami harus mampu bergerak mengikuti perubahan tersebut. Tantangannya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kemudahan, keamanan, inovasi, dan kualitas pengalaman nasabah. 

Pada akhirnya, kami ingin membangun posisi Bank Saqu melalui kepercayaan dan value yang konsisten diberikan kepada nasabah. 

Apakah kondisi ekonomi saat ini memengaruhi strategi ekspansi bisnis PT Bank Saqu Indonesia? Jika ya, penyesuaian apa yang dilakukan perseroan?

Kondisi ekonomi tentunya menjadi salah satu hal yang kami perhatikan dalam melihat perkembangan bisnis ke depan. Namun, yang paling penting bagi kami adalah bagaimana memastikan strategi Bank Saqu tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. 

Kami akan terus melihat kebutuhan nasabah, baik dalam pengelolaan keuangan maupun akses terhadap pembiayaan. Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya kami lihat dari sisi ekspansi, tetapi juga dari kemampuan untuk membangun bisnis yang sehat, relevan, dan berkelanjutan. 

Prinsipnya, kami ingin tumbuh bersama nasabah dan memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi perjalanan finansial mereka. (Ins/E-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |