Tutup Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo Resmi Terima Kartu Anggota Nahdlatul Ulama

3 weeks ago 29
Tutup Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo Resmi Terima Kartu Anggota Nahdlatul Ulama Presiden Prabowo Subianto di penutupan Muktamar ke-35 NU.(Dok. Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi telah menerima kartu tanda anggota (KTA) Nahdlatul Ulama atau Kartanu dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penyerahan kartu tersebut dilakukan dalam prosesi penutupan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada Senin (31/8).

Berdasarkan siaran daring yang dipantau dari Jakarta, Presiden Prabowo menerima kartu keanggotaan tersebut langsung dari Kiai Haji Miftahul Akhyar, yang terpilih sebagai Rais Am PBNU masa khidmat 2026-2031, serta K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.

"Ini kehormatan besar bagi saya untuk diundang kedua kali," ujar Presiden Prabowo saat memberikan sambutan penutupan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Momen pemberian Kartanu ini merupakan tindak lanjut dari seloroh Presiden saat menghadiri pembukaan Muktamar pada Jumat (27/8) lalu. Kala itu, Prabowo mengaku sudah lama meminta kartu anggota kepada Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan berjanji akan kembali hadir pada acara penutupan jika kartu tersebut sudah siap.

"Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi, masih utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah. Kalau penutupan tanggal 31, benar ya? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," kata Prabowo saat itu sembari tersenyum.

Presiden Prabowo bertolak menuju Jawa Timur pada Senin pagi dengan rombongan terbatas. Pesawat kepresidenan tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi muktamar di Jombang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |