Unaja Dampingi UMKM Pempek Ay Tingkatkan Produksi dan Pemasaran Digital

2 days ago 7
Unaja Dampingi UMKM Pempek Ay Tingkatkan Produksi dan Pemasaran Digital Tim Pelaksana Program UMKM berpose bersama sejumlah mahasiswa Unaja.(Dok.Unaja)

UNIVERSITAS Adiwangsa Jambi (Unaja) mendampingi UMKM Pempek Ay Ikan Tenggiri di Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, untuk meningkatkan daya saing melalui digitalisasi, inovasi kemasan, serta penguatan manajemen keuangan.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Peningkatan Daya Saing UMKM Pempek Ay Ikan Tenggiri Oleh-Oleh Jambi melalui Inovasi Kemasan, Digital Marketing, dan Penguatan Manajemen Keuangan itu didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Tim pelaksana diketuai Evrina dengan anggota Eka Martyani, Azwani Aulia, dan Liona Efrina S. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Unaja dalam pendampingan UMKM sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Ketua Tim PKM Unaja, Evrina, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar.

"Pempek Ay memiliki kualitas produk dan potensi sebagai oleh-oleh khas Jambi. Pendampingan diarahkan agar mitra lebih efisien dalam produksi, memiliki kemasan profesional, mampu menjangkau pasar digital, dan mengelola keuangan secara terukur," ujar Evrina.

PENYERAHAN PERALATAN
Dalam program tersebut, Unaja menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna berupa planetary mixer, chest freezer, timbangan digital, mesin penggiling bumbu, dan portable vacuum packaging. Peralatan itu digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas bahan baku, menyeragamkan berat produk, serta menghasilkan kemasan yang lebih higienis dan tahan lama.

Melalui pendampingan tersebut, tim menargetkan kapasitas produksi meningkat sekitar 40%, efisiensi waktu produksi 20%, serta kenaikan omzet hingga 30%. Pencapaian itu akan diukur melalui peningkatan volume produksi, transaksi digital, pencatatan keuangan, dan perluasan pasar.

Selain peningkatan produksi, Unaja juga memperkuat pemasaran digital dengan mengintegrasikan website, media sosial, WhatsApp Business, dan marketplace sebagai satu ekosistem pemasaran.

Eka Martyani mengatakan pemanfaatan kanal digital menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan konsumen. "Kanal digital menjadi etalase yang memperluas akses konsumen, memperkuat identitas merek, dan memudahkan mitra menerima pesanan secara lebih efektif," katanya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unaja menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada penyerahan peralatan. "Teknologi harus diikuti pelatihan, monitoring, evaluasi, dan pendampingan agar peningkatan kapasitas mitra dapat diukur serta dipertahankan setelah program berakhir," ujarnya.

KEMAMPUAN PELAKU USAHA
Senada, Liona Efrina menilai keberhasilan pengembangan UMKM bergantung pada kemampuan pelaku usaha memadukan inovasi dengan pengelolaan bisnis yang konsisten.

"Peralatan modern akan memberikan nilai tambah apabila diikuti peningkatan keterampilan, disiplin operasional, dan kemampuan membaca peluang pasar," tuturnya.

Sementara itu, pemilik UMKM Pempek Ay Ikan Tenggiri, Selly Fibrianty, mengaku program tersebut membantu usahanya meningkatkan kepercayaan diri untuk memperluas pasar.

"Peralatan modern, kemasan baru, website, serta pelatihan pemasaran dan keuangan membuat kami lebih percaya diri meningkatkan produksi dan menjangkau konsumen di luar daerah," katanya.

Unaja berharap program tersebut dapat memperkuat daya saing Pempek Ay Ikan Tenggiri sebagai salah satu produk oleh-oleh khas Jambi yang mampu bersaing di pasar nasional melalui penguatan produksi, digitalisasi pemasaran, dan tata kelola usaha yang lebih profesional. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |