Undana Bantah Isu Mahasiswi Jessica Alami 12 Kali Pembatalan Ujian Skripsi

11 hours ago 1
Undana Bantah Isu Mahasiswi Jessica Alami 12 Kali Pembatalan Ujian Skripsi Undana Bantah Isu Mahasiswi Jessica Alami 12 Kali Pembatalan Ujian Skripsi(MI/Palce Amalo)

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat yang menyebut seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mengalami 12 kali pembatalasan ujian skripsi.

Mahasiswa bernama Jessica Sofia Tunardjo sempat dirawat di rumah sakit dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah hingga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

"Pembatalan 12 kali ujian skripsi itu tidak benar. Yang terjadi adalah penyesuaian jadwal seminar proposal dan seminar hasil, bukan ujian skripsi. Penyesuaian jadwal dilakukan antara pembimbing, penguji, dan mahasiswa," kata Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari dalam jumpa pers di Rektorat Undana, Rabu (5/8) sore.

Dalam Jumpa Pers yang dihadiri Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Yefri Comianto Adoe, Philiphi de Rozari menyebutkan tahapan penyelesaian tugas akhir terdiri atas seminar proposal, seminar hasil, dan ujian skripsi. 

Menurutnya, isu yang berkembang di media telah mencampuradukkan tahapan tersebut sehingga menimbulkan persepsi bahwa Jessica gagal mengikuti ujian skripsi berkali-kali.

Namun, dalam beberapa kesempatan, jadwal berubah karena pembimbing berhalangan hadir, sementara pada kesempatan lain mahasiswa juga tidak dapat mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Karena itu, menurutnya, keterlambatan penyelesaian tugas akhir tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

Selain itu, diketahui tidak mengalami depresi sebagaimana ramai diberitakan, tetapi kelelahan dan kecemasan yang berdampak pada kondisi fisiknya. "Saat ini yang bersangkutan sudah pulih dan sudah berada di rumah," ujarnya.

Bentuk Tim Klarifikasi dan Investigasi

Menurut Philiphi, Undana telah membentuk tim klarifikasi dan investigasi untuk menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari kronologi, komunikasi antarpihak, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan standar operasional prosedur (SOP). 

Tim tersebut bakal meminta keterangan dari mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, pimpinan program studi, pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, hingga pihak lain yang mengetahui proses tersebut.

Nantinya, hhasil investigasi menjadi dasar evaluasi tata kelola akademik, termasuk mekanisme penjadwalan seminar, sistem koordinasi, komunikasi dengan mahasiswa, serta penyempurnaan SOP agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, Rektor Undana Prof. Jefri Bale memberikan perhatian penuh terhadap penanganan kasus tersebut, serta berharap masyarakat, media, dan warganet memberikan ruang bagi proses pemulihan Jessica maupun dosen yang terlibat, sekaligus mendukung upaya perbaikan tata kelola akademik yang sedang dilakukan Undana.

Dia mengatakan, unggahan terkait 12 kali batal mengikuti ujian skripsi, yang kemudian viral di media sosial bukan dibuat oleh Jessica Sofia Tunaredjo. 

Sebaliknya, berdasarkan informasi sementara, konten itu direkam oleh pihak lain sebelum akhirnya beredar di media sosial. Sepanjang yang kami tahu, yang posting bukan Jessica. Jessica mengakui yang posting bukan dia. Saat ini kami masih berhati-hati karena kondisi psikisnya masih dalam proses pemulihan," kata Philiphi. (PO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |