Perdana Menteri India Narendra Modi, pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP)memperlihatkan jarinya yang diberi tanda tinta setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Ranip, Ahmedabad, pada 7 Mei 2024( Sajjad HUSSAIN / AFP)
CEO Meta, Mark Zuckerberg diberikan waktu tiga hari untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pemblokiran sementara unggahan Perdana Menteri Narendra Modi di Facebook. Hal itu disampaikan (Komite Parlemen India untuk Komunikasi dan Teknologi Informasi.
Dilaporkan India Today, Rabu (5/8), Ketua Komite Nishikant Dubey mengatakan pemblokiran unggahan Narendra Modi di Facebook terjadi pada 23 Juli 2026. Ia mengeklaim itu sebagai serangan terhadap demokrasi yang ditujukan kepada pemimpin negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa.
Meta, induk perusahaan Facebook membatasi akses terhadap video unggahan Narendra Modi pada para pelajar India terkait kebocoran soal ujian nasional.
Setelah itu, unggahan tersebut dipulihkan dengan alasan adanya kesalahan teknis. Meta telah menyampaikan permintaan maaf. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India menganggap penjelasan Meta belum cukup.
Seperti dilansir dari India Today, Komite memperingatkan Meta apabila tidak memenuhi permintaan maaf dalam waktu tiga hari, pemerintah akan mencabut kekebalan Safe Harbor (perlindungan hukum) bagi platform atas konten buatan pengguna.
The Economic Times, Selasa (4/8), melaporkan bahwa pemerintah India telah memanggil jajaran pimpinan Meta untuk membahas insiden pemblokiran unggahan Narendra Modi. India sebelumnya telah mengirimkan permintaan klarifikasi kepada Meta terkait isu tersebut. (Ant/H-4)

















































